MATA MINUS

MATA MINUS

 

MATA MINUS – Mata merupakan sebuah salah satu indera terpenting bagi manusia karena dengan mata yang sehat akan menunjang dalam hal beraktifitas,mengenal lingkungannya,menikmati indahnya pemandangan dan sebagainya.Penyakit mata dapat menimpa siapa saja baik muda maupun tua,penyebab dari penyakit mata beraneka ragam baik karena alergi terhadap sesuatu,virus,maupun pola hidup seseorang yang buruk seperti membaca sambil tiduran,menonton televisi terlalu dekat dan sebagainnya.Ada banyak macam penyakit mata salah satunya adalah mata minus.

Mata Minus

Mata Minus

Mata minus adalah salah satu kelainan mata yang tidak dapat melihat benda benda yang berjarak terlalu jauh. Mata minus disebabkan ketika kita sering berkerja atau melihat sesuatu dengan jarak dekat terlalu lama. Seperti kebiasaan membaca sambil tiduran dan membaca di tempat yang gelap atau kurang penerangannya.

PENYEBAB MATA MINUS

Tidak sedikit penelitian yang menegaskan bahwa masyarakat diperkotaan lebih banyak menderita mata minus dibandingan dengan masyarakat dipedesaan. Mengapa demikian? Karena telah terbukti masyarakat diperkotaan banyak menghabiskan waktu di depan komputer, sering membaca buku tanpa berhenti, menonton televisi terlalu dekat. Sangat berbeda sekali dengan masyarakat dipedesaan, mereka banyak mengahabiskan waktu di persawahan karena persawahan itu jarak pandangannya cukup jauh dan itu sangat baik untuk kesehatan mata.

 

Hal lain yang menyebabkan mata minus yaitu mata minus bersifat herediter (keturunan). Tidak menutup kemungkinan orang tua yang mempunyai riwayat penyakit mata minus akan menurun kepada anaknya. Maka dari itu, tidak sedikit teman-teman kita yang di kampung, sekolah, ataupun perkantoran yang orang tua nya mempunyai riwayat penyakit mata minus akan menurun kepada anakanya. Ada pula penyebab lain dari mata minus. Apa sajakah ? berikut ulasan mengenai penyebab mata minus antara lain :

  1. Kurang mengonsumsi makanan sehat. Pola makan yang sehat, yang memenuhi syarat 4 sehat 5 sempurna juga sangat berpengaruh terhadap mata. Biasakan makan-makanan yang seimbang, baik antara karbohidrat dan sayur-mayur dan dilengkapi dengan buah-buahan. Mengonsumsi karbohidrat yang berlebihan selain tidak baik bagi tubuh, juga tidak baik untuk kandungan ketajaman pada mata.
  2. Kebiasaan pola hidup yang tidak sehat. Kebiasaan pola hidup yang buruk dapat memicu penyebab mata minus dan mempengaruhi kesehatan pada mata bahkan dapat merusak mata. Karena kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering di lakukan dapat menyebabkan mata mudah lelah dan terbiasa melakukan kerja penglihatan dengan tidak sesuai kerja pada otot mata. Namun, kebiasaan-kebiasaan yang memicu mata minus ini, sering tidak kita sadari, contoh kebiasaan buruk yang merusak mata adalah: membaca di tempat yang redup / gelap, kebiasaan membaca sambil tiduran, kebiasaan membaca dengan jarak yang terlalu dekat, dan kebiasaan buruk lainnya.
  3. Sering berada di lingkungan yang kurang sehat, tentu dapat mempengaruhi kesehatan dan kebersihan mata, baik lingkungan udara, air, maupun makanan. Sering beradu di jalan raya yang pasti penuh dengan polusi, yang tidak baik terhadap mata, mata menjadi terkena debu dan udara kotor. Polusi dan asap kendaraan sebenarnya juga penyebab mata minus jika terlalu sering terkena polutan udara kotor dan terik sinar mata hari yang berlebih juga tidak baik untuk mata. Makanan-makanan yang banyak mengandung zat pengawet dan pewarna juga dapat memicu kerusakan pada mata dan menyebabkan mata minus.
  4. Banyak mengonsumsi gula yang terlalu banyak. Disadari atau tidak ternyata penelitian mengungkapkan, bahwa banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, terutama gula. Ternyata makanan manis dapat berpengaruh pada mata kita, jadi kita harus seimbang mengonsumsi makan dan minum yang sehat untuk suplay tubuh kita, dan terutama untuk kesehatan dan ketajaman mata kita.
  5. Kurangnya mendapat sinar matahari. Meskipun di awal saya mengatakan bahwa terkena sinar matahari itu dapat berpengaruh pada kesehatan mata, namun itu jika terlalu berlebihan, karena mata kita rentang pada sinar yang terlalu panas dan terik matahari secara langsung. Maka, untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup, bisa saya sarankan untuk sambil berolahraga kecil pada pagi hari untuk jalan-jalan sekalian melihat tanaman yang hijau-hijau segar, juga mendapat sinar matahari untuk pemenuhan rangsangan cahaya alami pada mata, yaa kan juga sekalin dapat vitamin D untuk kulit dan tulang. Jika anda berada dalam perjalanan atau sedang berada di luar rumah dan matahari sangat terik, saya sarankan anda untuk menggunakan kacamata hitam, agar mata kita tidak silau dan merangsang gejala mata minus.
  6. Terlalu sering bercermin pada layar televisi maupun komputer. Maksudnya jika anda berada terlalu banyak menatap dan menonton televisi maupun komputer yang mempunyai sinar radiasi tinggi dapat memicu penyebab mata minus, karena saat mata kita memelototi layar televisi maupun komputer, mata kita akan berkedip lebih sedikit dari pada saat kita tidak memelototi layar radiasi tersebut.

Maka, mengakibatkan selaput mata kita menjadi cepat kering, dan retina bekerja tidak normal, yaa akibatnya mata menjadi cepat minus atau plus. Minus biasanya di derita pada anak-anak sampai dewasa, dan plus biasanya di derita oleh orang tua, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa sebaliknya.

  1. Pemakaian kacamata yang terlalu sering/ tidak memberikan kesempatan pada mata untuk bekerja mencari titik fokusnya sendiri. Pandangan ini masih banyak yang memperdebatkan, antara pemicu penyebab mata minus karena terlalu tergantung memakai kacamata dengan pandangan bahwa sebaiknya ada kalanya membiarkan mata bernafas, tanpa bantuan kaca mata. Karena jika mata terlalu lama menggunakan kacamata, sebenarnya kita mengajarkan pada mata kita untuk ketergantungan pada kacamata dalam melihat.

Sekian artikel mengenai mata minus. Semoga artikel mengenai mata minus diatas dapat bermanfaat untuk anda.

MATA MINUS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENYEBAB HIPERMETROPI, APA SAJA ?

PENYEBAB HIPERMETROPI, APA SAJA ?

PENYEBAB HIPERMETROPI – Hipermetropi atau Hiperopia atau rabun dekat adalah kelainan refraksi mata dimana bayangan dari sinar yang masuk ke mata jatuh di belakang retina. Hal ini dapat disebabkan karena bola mata yang terlalu pendek atau kelengkungan kornea yang kurang. Penderita kelainan mata ini tidak dapat membaca pada jarak yang normal (30 cm) dan harus menjauhkan bahan bacaannya untuk dapat membaca secara jelas. Penderita juga akan sulit untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Perbaikan penglihatan dapat dilakukan dengan memakai kacamata dengan lensa sferis positif (cembung).
penyebab hipermetropi
Penderita rabun dekat/hipermetropi tidak dapat melihat benda kecil di dekatnya. Misalnya, tidak dapat membaca huruf kecil di koran dari jarak dekat. Pada mata orang yang menderita rabun dekat, bayangan benda jatuh di belakang retina. Agar bayangan benda jatuh tepat di retina, penderita sebaiknya menggunakan kacamata berlensa cembung (lensa positif).
Rabun dekat (hipermetropi) atau hiperopia muncul jika mata lebih pendek (pipih) dibanding ukuran normal. Bentuk seperti ini membuat bayangan benda jatuh di belakang retina, bukan pada retina. Kondisi ini banyak dijumpai dan umumnya diturunkan dari orang tua kepada anak. Karena kondisi yang demikian, lensa mata harus bekerja berat untuk menjaga bayangan benda tetap jatuh pada retina.
Secara teknis, hipermetropi adalah kondisi di mana sinar-sinar sejajar yang masuk ke bolamata, dengan tanpa pengaruh akomodasi, titik fokusnya jatuh di belakang retina. Hipermetropia merupakan gangguan penglihatan yang lebih disebabkan menurunnya kemampuan otot dan saraf mata
Hipermetropi, sering dikaitkan dengan presbyopia yang umumnya dialami oleh seseorang yang telah berusia sekitar 40 tahun, karena di antara keduanya mempunyai kemiripan gejala yaitu rabun jauh. Jadi secara teknis rabun jauh punya dua nama, disebut hipermetropi jika terjadi pada anak dan orang dewasa usia dibawah 40 tahun dan disebut presbiopia jika terjadi pada orang tua usia 40 tahun ke atas.
PENYEBAB HIPERMETROPI
Mata hipermetropi disebabkan oleh keadaan fisik lensa mata yang terlalu pipih atau tidak dapat mencembung dengan optimal, oleh sebab itu bayangan yang dibentuk lensa mata jatuh di belakang retina. Rabun dekat dapat tolong menggunakan kaca mata lensa cembung, yang berfungsi untuk mengumpulkan sinar sebelum masuk mata, sehingga terbentuk bayangan yang tepat jatuh di retina. Berikut ini adalah ulasan penyebab hipermetropi.

Penyebab hipermetropi adalah sebagai berikut :
1. Sumbu utama bola mata yang terlalu pendek
Penyebab hipermetropi yang pertama adalah sumbu utama bola mata yang terlalu pendek. Biasanya terjadi karena Mikropthalmia, renitis sentralis, arau ablasio retina(lapisan retina lepas lari ke depan sehingga titik fokus cahaya tidak tepat dibiaskan). Ini salah satu penyebab hipermetropi
2. Daya pembiasan bola mata yang terlalu lemah
Penyebab hipermetropi yang kedua adalah terjadi gangguan-gangguan refraksi pada kornea, aqueus humor, lensa dan vitreus humor. Gangguan yang dapat menyebabkan hipermetropi adalah perubahan pada komposisi kornea dan lensa sehingga kekuatan refraksi menurun dan perubahan pada komposisi aqueus humor dan viterus humor. Misal pada penderita Diabetes Melitus terjadi hipermetopi jika kadar gula darah di bawah normal. Ini menjadi salah satu penyebab hipermetropi.
3. Kelengkungan kornea dan lensa tidak adekuat
Penyebab hipermetropi yang ketiga adalah kelengkungan kornea dan lensa tidak kuat. Kelengkungan kornea ataupun lensa berkurang sehingga bayangan difokuskan di belakang retina. Ini menjadi salah satu penyebab hipermetropi.
4. Perubahan posisi lensa
Penyebab hipermetropi yang berikutnya adalah perubahan posisi lensa. Dalam hal ini, posisi lensa menjadi lebih posterior. Ini salah satu penyebab hipermetropi

Pencegahan Rabun Dekat sulit dicegah karena merupakan proses alamiah dari penuaan, namun prosesnya dapat diperlambat dengan mengkonsumsi makanan yang mendukung kesehatan mata, menjaga mata dari terpaan cahaya matahari langsung, melihat objek yang dekat secara periodik bagi yang berprofesi supir dan pelaut.

Sedangkan untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menggunakan lensa positif, operasi bedah mata dan terapi pengobatan.
Itulah sekilas informasi mengenai penyebab hipermetropi. Terima kasih anda telah membaca artikel mengenai penyebab hipermetopi. Semoga artikel mengenai penyebab hipermetropi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

PENYEBAB HIPERMETROPI, APA SAJA ?

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIPERMETROPI, APAKAH ITU ?

HIPERMETROPI, APAKAH ITU ?

HIPERMETROPI – Hipermetropi atau Hiperopia atau rabun dekat adalah kelainan refraksi mata dimana bayangan dari sinar yang masuk ke mata jatuh di belakang retina. Hal ini dapat disebabkan karena bola mata yang terlalu pendek atau kelengkungan kornea yang kurang. Penderita kelainan mata ini tidak dapat membaca pada jarak yang normal (30 cm) dan harus menjauhkan bahan bacaannya untuk dapat membaca secara jelas. Penderita juga akan sulit untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Perbaikan penglihatan dapat dilakukan dengan memakai kacamata dengan lensa sferis positif (cembung).

hipermetropi
Penderita rabun dekat/hipermetropi tidak dapat melihat benda kecil di dekatnya. Misalnya, tidak dapat membaca huruf kecil di koran dari jarak dekat. Pada mata orang yang menderita rabun dekat, bayangan benda jatuh di belakang retina. Agar bayangan benda jatuh tepat di retina, penderita sebaiknya menggunakan kacamata berlensa cembung (lensa positif).
Rabun dekat (hipermetropi) atau hiperopia muncul jika mata lebih pendek (pipih) dibanding ukuran normal. Bentuk seperti ini membuat bayangan benda jatuh di belakang retina, bukan pada retina. Kondisi ini banyak dijumpai dan umumnya diturunkan dari orang tua kepada anak. Karena kondisi yang demikian, lensa mata harus bekerja berat untuk menjaga bayangan benda tetap jatuh pada retina.

Bayi dan anak-anak biasanya sedikit mengalami rabun dekat; setelah mata mereka tumbuh dan bentuknya menjadi lebih panjang, rabun dekatnya akan hilang dengan sendirinya, biasanya pada usia tujuh atau delapan tahun. Remaja dewasa yang matanya tetap rabun dekat umumnya tidak menyadari kondisi ini karena mata mereka masih cukup lentur untuk mengoreksi penglihatan tanpa bantuan kacamata atau lensa kontak.
Rabun Dekat atau Hipermetropi adalah jenis kelainan mata yang menyebabkan penderitanya dapat melihat obyek dari jarak jauh dengan sempurna, tapi pandangan menjadi kabur bila melihat obyek berjarak dekat. Rabun dekat disebut juga dengan mata plus atau hiperopia.

Secara teknis, hipermetropi adalah kondisi di mana sinar-sinar sejajar yang masuk ke bolamata, dengan tanpa pengaruh akomodasi, titik fokusnya jatuh di belakang retina. Hipermetropia merupakan gangguan penglihatan yang lebih disebabkan menurunnya kemampuan otot dan saraf mata

Hipermetropi, sering dikaitkan dengan presbyopia yang umumnya dialami oleh seseorang yang telah berusia sekitar 40 tahun, karena di antara keduanya mempunyai kemiripan gejala yaitu rabun jauh. Jadi secara teknis rabun jauh punya dua nama, disebut hipermetropi jika terjadi pada anak dan orang dewasa usia dibawah 40 tahun dan disebut presbiopia jika terjadi pada orang tua usia 40 tahun ke atas.

Secara alami, kebanyakan bayi lahir dalam keadaan hipermetropia dan sembuh dengan sendirinya pada usia sekitar 12 tahun. Pada usia muda kemampuan akomodasi mata masih sangat baik, sehingga anak atau remaja yang mengidap hipermetropi tidak merasa terganggu. Pada orang dewasa, kemampuan akomodasi mata akan banyak menurun dan sangat terasa pada usia sekitar 40 tahun, di mana pada saat itu ia akan kesulitan melihat benda kecil dalam jarak dekat (± 30cm).
Penyebab rabun dekat/hipermetropi adalah karena bentuk bola mata terlalu pendek dibanding keadaan normal, atau dapat juga sistem optis bola mata yang kekurangan daya bias. Pada orang tua, rabun dekat/hipermetropi merupakan bagian dari proses penuaan yang secara alamiah dialami oleh hampir semua orang. Penderita hipermetropi akan menemukan perubahan kemampuan penglihatan dekatnya pertamakali pada pertengahan usia empat puluhan. Pada usia ini, keadaan lensa kristalin berada dalam kondisi dimana elastisitasnya telah banyak berkurang sehingga menjadi lebih kaku dan menimbulkan hambatan terhadap proses akomodasi, karena proses ini utamanya adalah dengan mengubah bentuk lensa kristalin menjadi lebih cembung.
Sekian artikel mengenai hipermetropi. Semoga artikel mengenai hipermetropi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

 

HIPERMETROPI, APAKAH ITU ?

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENYAKIT MATA, JENIS PENYAKIT PADA MATA

PENYAKIT MATA, JENIS PENYAKIT PADA MATA

PENYAKIT MATA – Mata merupakan sebuah salah satu indera terpenting bagi manusia karena dengan mata yang sehat akan menunjang dalam hal beraktifitas,mengenal lingkungannya,menikmati indahnya pemandangan dan sebagainya.Penyakit mata dapat menimpa siapa saja baik muda maupun tua,penyebab dari penyakit mata beraneka ragam baik karena alergi terhadap sesuatu,virus,maupun pola hidup seseorang yang buruk seperti membaca sambil tiduran,menonton televisi terlalu dekat dan sebagainnya.Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya dapat menular. Jika penyakit mata disebabkan virus atau bakteri maka bisa menular, sedangkan jika penyebabnya alergi tidak akan menular. Cara penanganan dan pencegahan macam-macam penyakit mata ini pun berbeda, tergantung penyebabnya. Berikut adalah macam-macam penyakit mata :

Macam-Macam Penyakit Mata
1. Rabun Jauh (Miopi) atau mata minus.
Orang yang menderita rabun jauh tidak dapat melihat suatu benda dengan jelas apabila jaraknya jauh.
Penyebabnya adalah lensa mata terlalu pipih. Pada mata orang yang menderita rabun jauh, bayangan benda jatuh di depan retina. Agar bayangan benda jatuh tepat di retina, penderita sebaiknya menggunakan kacamata yang berlensa cekung (lensa negatif).
2. Rabun Dekat (Hipermetropi) atau mata plus
Penderita rabun dekat tidak dapat melihat benda kecil di dekatnya. Misalnya, tidak dapat membaca huruf kecil di koran dari jarak dekat. Pada mata orang yang menderita rabun dekat, bayangan benda jatuh di belakang retina. Agar bayangan benda jatuh tepat di retina, penderita sebaiknya menggunakan kacamata berlensa cembung (lensa positif).
3. Rabun Tua (Presbiopi).
Daya akomodasi orang yang berusia lanjut biasanya sudah lemah. Akibatnya, orang tersebut tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh maupun dekat. Penderita dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa rangkap. Kacamata berlensa rangkap adalah kacamata yang terdiri atas lensa positif dan lensa negatif.
4. Rabun Senja (Hemerolopi).
Penderita rabun senja tidak dapat melihat benda secara jelas pada waktu senja hari. Hal tersebut disebabkan penderita kekurangan vitamin A.
5. Buta Warna.
Buta warna termasuk salah satu kelainan pada mata. Penderita buta warna tidak mampu membedakan warna-warna tertentu. Misalnya, warna merah, kuning, hijau, dan biru. Cacat mata ini termasuk kelainan yang bersifat menurun.
6. Katarak
Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel barupada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.
katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut
7. Pterigium
Pterigium merupakan penyakit mata yang ditandai dengan adanya pertumbuhan daging di kornea mata. Daging tersebut merupakan konjungtiva(membran yang menyelimuti bagian putih mata) yang tumbuh tidak normal ke dalam kornea. Pterigium bisa berukuran kecil atau bisa pula tumbuh membesar dan mengganggu penglihatan.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama, terutama sinar UV, serta iritasi mata kronis oleh debu dan kekeringan diduga kuat sebagai penyebab utama pterigium.
8. Glaukoma
Glaukoma merupakan kelainan mata yang dicirikan dengan rusaknya saraf optik yang berfungsi untuk membawa pesan-pesan cahaya dari mata ke otak. Kerusakan saraf optik ini disebabkan oleh kelebihan cairan humor yang mengisi bagian dalam bola mata. Cairan mata yang diproduksi oleh jaringan-jaringan di depan bola mata ini sebenarnya berfungsi untuk membawa makanan untuk kornea dan lensa mata.
9. Astigmatisme
Astigmatis adalah ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat tidak terpusatkannya sinar cahaya pada satu titik di selaput jala (retina) mata. Ada dua jenis astigmatis, yaitu astigmatis kornea yang disebabkan oleh ketidakteraturan lengkung atau daya bias kornea dan astigmatis lensa akibat ketidakteraturan daya bias lensa mata. Astigmatis menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan melihat sesuatu secara jelas atau menjadi kabur, terutama untuk obyek-obyek yang berukuran kecil. Astigmatis yang umumnya diderita oleh penyandang miopia ini biasanya dapat dikoreksi dengan kacamata berlensa silindris atau lensa kontak. Dapat juga dilakukan operasi refraktif.

Sekian artikel mengenai macam-macam penyakit mata. Semoga artikel mengenai macam- macam penyakit mata diatas dapat bermanfaat untuk anda.

PENYAKIT MATA, JENIS PENYAKIT PADA MATA

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENYAKIT MATA, APA ITU ?

PENYAKIT MATA

PENYAKIT MATA – Penyakit mata merupakan salah satu beberapa bentuk jenis penyakit yang diidap oleh manuasia. Penyakit mata bila tidak ditangani dengan baik akan berakibat fatal bagi penderitanya terutama dalam hal penglihatan.Mata merupakan sebuah salah satu indera terpenting bagi manusia karena dengan mata yang sehat akan menunjang dalam hal beraktifitas,mengenal lingkungannya,menikmati indahnya pemandangan dan sebagainya.Penyakit mata dapat menimpa siapa saja baik muda maupun tua,penyebab dari penyakit mata beraneka ragam baik karena alergi terhadap sesuatu,virus,maupun pola hidup seseorang yang buruk seperti membaca sambil tiduran,menonton televisi terlalu dekat dan sebagainnya.Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya dapat menular. Jika penyakit mata disebabkan virus atau bakteri maka bisa menular, sedangkan jika penyebabnya alergi tidak akan menular. Cara penanganan dan pencegahan macam-macam penyakit mata ini pun berbeda, tergantung penyebabnya.Jenis penyakit mata banyak ragamnya dan penyebabnya namun dengan penangannya yang baik akan mempercepat proses penyembuhan.
Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya dapat menular. Jika penyakit mata disebabkan virus atau bakteri maka bisa menular, sedangkan jika penyebabnya alergi tidak akan menular. Cara penanganan dan pencegahan macam-macam penyakit mata ini pun berbeda, tergantung penyebabnya. Berikut ini beragam penyakit mata yang perlu Anda ketahui : agar tidak terjadi glaukoma karena kepekaan syaraf pada otot konjungtiva pada mata

Penyakit Mata
MACAM-MACAM PENYAKIT MATA
1. Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna. Katarak Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Astigmatis adalah penyakit mata yang disebabkan karna ketidakaturan lengkung – lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina(bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata slinder/Operasi refraktif.
2. Rabun senja
Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.
3. Konjungtivitis (menular)
Merupakan penyakit mata akibat iritasi atau peradangan akibat infeksi di bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya mata memerah, berarir, terasa nyeri, gatal, penglihatan kabur, dan keluar kotoran. Penyakit ini mudah menular dan bisa berlangsung berbulan-bulan. Beberapa faktor menjadi penyebabnya, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, angin, bulu atau asap), pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu panjang dan kurang bersih. Bayi pun bisa mengalami sakit mata, hanya penyebabnya berbeda yaitu karena infeksi ketika melewati jalan lahir. Pada bayi, penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal dan umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika untuk mematikan bakteri penyebabnya. Jika Anda atau keluarga mengalami penyakit ini, lakukan penanganannya dengan cara berikut: Kompres mata dengan air hangat Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika seseui resep dokter. Bersihkan tangan sebelum mengoleskan salep agar iritasi tidak tambah parah. Cegah penularan penyakit ke orang lain dengan memisahkan alat-alat yang digunakan oleh Anda dan orang-orang.
4. Trakoma (menular)
Infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis yang berkembang biak di lingkungan kotor atau bersanitasi buruk serta bisa menular. Penyakit ini sering menyerang anak-anak, khususnya di negara berkembang. Memiliki gejala seperti mata memerah, mengeluarkan kotoran, pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening dan kornea terlihat keruh.
5. Miopi
Miopi yakni jenis penyakit mata yang seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar.dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung. Hipermetropi Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.
6. Presbiopi
Presbiopi adalah salah satu jenis penyakit mata seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh.Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia. Kerabunan dan kebutaan Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya “membaca” dengan jari-jarinya. Ini disebut huruf Braille.

Sekian artikel mengenai penyakit mata. Semoga artikel mengenai penyakit mata diatas dapat bermanfaat untuk anda.

PENYAKIT MATA

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Operasi Mata dan Solusi S-Lutena

Operasi Mata dan Solusi S-Lutena

 

 

 

Operasi Mata –  Mata adalah panca indera manusia yang sangat penting. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan, kita tidak dapat menikmati dan merasakan betapa indahnya alam semesta ini. Tetapi kita sering lupa untuk melakukan perawatan mata yang bisa saja menimbulkan gangguan-gangguan pada mata. Gangguan-ganguan tersebut bisa disebabkan oleh udara yang tidak bersih atau terpolusi, radiasi sinar matahari, radiasi akibat terlalu lama di depan komputer, dan gangguan lainnya.

Gangguan kesehatan pada mata yang umum terjadi adalah penurunan fungsi penglihatan, gejala mata merah tanpa ada penurunan fungsi penglihatan, dan mata merah dengan fungsi penglihatan turun. Sampai saat ini, penyakit mata yang banyak diderita adalah katarak, glukoma, dan infeksi.

Operasi Mata merupakan cara yang sangat bagus untuk mengatasi gangguan penglihatan. Masalahnya adalah biaya untuk operasi mata terbilang mahal bagi sebagian besar orang Indonesia. Disamping itu, banyak orang takut dioperasi sehingga sebisa mungkin untuk menghindari operasi. Operasi mata merupakan operasi yang populer digunakan untuk memperbaiki penglihatan pada orang-orang yang rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme.

Operasi Mata dan Solusi S-Lutena

Operasi Mata dan Solusi S-Lutena

Operasi mata lasik kini semakin banyak dipilih sebagai jalan pintas untuk mendapatkan penglihatan tajam oleh penderita mat a minus. Namun dibalik dari itu, operasi mata minus memliki keuntungan dan kekurangan.

Selama operasi mata, tetes mata digunakan untuk mematirasakan mata. Kornea diperbaiki menggunakan semacam cincin hisap. Selaput tipis, bulat, dan mengganjal dipotong dari lapisan luar kornea, menggunakan perangkat khusus. Lipatan kornea ini tidak dihapus seluruhnya, namun ditarik kembali sehingga ahli bedah dapat bekerja

pada jaringan yang terletak di bawahnya. Langkah berikutnya adalah untuk membentuk kembali jaringan kornea yang mendasarinya, sesuai kebutuhan pasien. Pola membentuk kembali kornea dapat bervariasi dari satu pasien ke pasien lain, sesuai dengan masalah penglihatan yang mendasarinya. Setelah membentuk kembali dilakukan dengan laser, penutup kornea direposisi dan dibiarkan untuk menyembuhkan sendiri. Tidak ada jahitan wajib setelah operasi mata.

SOLUSI S-LUTENA

Seiring dengan meningkatnya perhatian dan pengetahuan pengaruh gizi terhadap kesehatan, khususnya kesehatan mata menyebabkan pesatnya pertumbuhan pasar terhadap produk-produk kesehatan, makanan obat, makanan kesehatan, obat kesehatan, suplemen makanan, suplemen kesehatan, obat herbal, obat alami mata. Sebagian besar produk-produk untuk kesehatan mata yang dipasarkan sekarang berbentuk suplemen, makanan obat, makanan kesehatan, obat kesehatan, suplemen makanan, suplemen kesehatan, obat herbal, obat alami. Selain

senyawa antioksidan (vitamin A, C, dan E) yang sebelumnya telah diketahui dapat meningkatkan kesehatan mata, senyawa lain seperti lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin, baru-baru ini diketahui sebagai senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan mata.

Dalam proses pembuatan S-Lutena untuk mata aman dan bebas sama sekali dari udara. Dari 300 jenis bahan dalam Super lutein dibuat dalam bentuk cair lalu dimasukkan ke dalam kapsul “kristal

khas”. Dengan teknologi “kristalisasi” (teknologi terkini di Jepang dan AS), sehingga Super Lutein Obat Herbal sangat aman dan terbebas dari pengaruh udara. Sehingga, tidak teroksidasisehin fungsi antisehingga mengakibatkan fungsi oksidannya berkurang.

Sebagai antioksidan yang menghalang daripada radikal bebas yang berbahaya. Radikal bebas ialah punca utama terjadinya pelbagai

penyakit kronik. Sebagai penapis cahaya ungu yang terdapat pada cahaya lampu dan cahaya matahari. Ia dipercayai dapat merangsang pengoksidaan dan radikal bebas kulit dan mata

S-Lutena adalah sebuah terobosan terbaru dunia herbal yang berasal dari Jepang. S-Lutena hadir memberikan solusi terbaik untuk menyelaraskan kebutuhan lutein harian

tubuh kita yang diyakini sebagai anti oksidan pelindung mata Kita. S-Lutena merupakan suplemen gizi yang banyak mengandung karotenoid (β-karoten) yang manfaatnya sebanding dengan makan sayuran yang berwarna merah, kuning, oranye, dan berdaun hijau gelap. 5 karotenoid lainnya juga terdapat dalam super lutein. Kesemua karotein inilah yang mem

bantu tubuh kita untuk melindungi tubuh kita dari radikal bebas akibat oksidan.

Operasi Mata dan Solusi S-Lutena

Operasi Mata dan Solusi S-Lutena

S-Lutena merupakan suplemen yang tepat bagi mereka yang tidak dapat mengkonsumsi nutrisi jumlah harian yang diperlukan karena berbagai alasan. Nilai gizi dari produk ini diakui secara spesifik, dan jumlah nilai gizi memenuhi standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid yang merupakan bahan utama Super lutein. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting obat mata, pencegahan penyakit, dan hidup sehat. Karotenoid di dalam Super Lutein untuk mata termasuk lutein, zeaxanthin, α-karoten, β – Carotene, Lycopene dan Crocetin.

FUNGSI S-LUTENA UNTUK MATA

Fungsi s-lutena untuk mata adalah:

1.      Meningkatkan penglihatan

2.      Memperbaiki rabun senja

3.      Memperbaiki rabun jauh/dekat

4.      Memperbaiki astigmatisme (silinder)

5.      Memperbaiki katarak

6.      Memperbaiki “floaters”

7.      Meningkatkan mutasi Makula Lutea

8.      Dapat menyembuhkan penglihatan orang buta

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi, Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus/Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

 

Sekian sedikit informasi mengenai operasi mata. Semoga artikel operasi mata dan solusi S-Lutena diatas dapat bermanfaat untuk anda … :)

 

 

 

 

Operasi Mata dan Solusi S-Lutena

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Mengobati Mata Silinder Dengan Operasi

Mengobati Mata Silinder Dengan Operasi

 

 

Mengobati Mata silinder – Mata Silinder merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh karena lengkung kornea mata yang tidak merata. Bola mata dalam keadaan normal berbentuk bulat seperti bola sehingga sinar atau bayangan yang masuk dapat ditangkap pada satu titik di retina. Pada mata yang mengalami astigmatisme, bola mata berbentuk lonjong seperti telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata sedikit menyebar alias tidak fokus pada retina. Hal ini menyebabkan bayangan yang terlihat akan kabur dan hanya terlihat jelas pada satu titik saja. Disamping itu, bayangan yang agak jauh akan tampak kabur dan bergelombang.

Penyakit mata silinder dapat dialami oleh siapa saja, paling banyak adalah usia belia dan remaja dewasa namun ketika memasuki usia dewasa muda tingkat minus atau dari lensa silinder akan menurun atau meningkat tergantung dari pemeliharaan kesehatan mata itu dan usia. Penderita mata silinder merupakan peradaban atau peningkatan dari penderita mata miopi ( rabun jauh ) yang semakin meningkatnya tingkat lensa minus yang digunakan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan dari penderita mata rabun jauh yang ditandai penurunan penglihatan pada suatu objek benda yang letaknya jauh. Pada umumnya penderita mata silinder paling banyak hanya satu mata saja.

MENGOBATI MATA SILINDER

Mengobati Mata Silinder Dengan Operasi

Mengobati Mata Silinder Dengan Operasi

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk mengobati mata silinder, diantaranya :

  1. Hindari atau mengurangi kebiasaan buruk pada mata anda. Mengurangi atau menghindari kebiasaan buruk pada mata sangatlah penting untuk mengobati mata silinder, guna memberikan mata anda waktu untuk beristirahat dan tidak memaksa untuk terus melihat atau membaca.
  2. Memperhatikan kebersihan mata. Kebersihan mata juga senantiasa harus diperhatikan agar mata terlihat jernih dan tidak kelelahan.
  3. Mengompres mata dengan air hangat. Sediakan waktu luang untuk mengompres mata anda, cobalah sesering mungkin melepas kacamata anda, agar mata anda tidak selalu bergantung pada kacamata. Jika anda sedang berada di rumah cobalah mengompres mata anda dengan air hangat beberapa saat untuk melenturkan otot-otot mata dari rutinitas dan keseharian anda dalam mengenakan kacamata.
  4. Olahraga mata. Mengobati mata silinder dengan melakukan olahraga kecil dapat membuat otot-otot mata akan menjadi lentur, membuka lensa mata anda agar mendapat oksigen baru. Dengan cara pandangan anda lurus kedepan, kemudian tekan kedua pelipis anda dengan kedua tangan anda, kemudian pijat perlahan memutar searah jarum jam. Kemudian ke bagian belakang bawah kepala anda, pijat perlahan. Melatih mata anda untuk melirik-lirik kanan-kiri.
  5. Dengan operasi lasik. Berbeda dengan kacamata dan lensa kontak, operasi lasik benar-benar bisa mengobati mata silinder secara total. Mengobati mata silinder dengan cara ini dilakukan dengan membedah mata, memperbaiki lensa mata dengan bantuan peralatan laser canggih. Operasi yang dilakukan hanya memakan waktu sekitar 20 menit dan tanpa proses penjahitan, karena pembedahan dilakukan dengan menggunakan laser. Pembedahan dilakukan untuk menyayat lapisan kornea, lalu dilakukan penyinaran untuk memperbaiki mata yang rusak, kemudian kornea ditutupkan dan akan menempel dengan sendiri tanpa perlu dijahit sehingga operasi lasik tidak menimbulkan bekas luka/jahitan.
Mengobati Mata Silinder Dengan Operasi

Mengobati Mata Silinder Dengan Operasi

Dalam mengobati mata silinder dengan operasi anda tidak akan merasakan sakit, tapi pada masa pemulihan umumnya pasien merasakan nyeri atau gatal di mata dengan intensitas yang berbeda-beda. Dalam masa mengobati mata silinder setelah operasi, Anda perlu menjaga mata agar operasi ini berhasil seperti yang diharapkan. Mata harus tetap terlindung dengan menggunakan pelindung mata. Mata tidak boleh terkena air secara langsung dan harus cukup istirahat. Umumnya mata baru normal sepenuhnya setelah 1-2 bulan sejak dioperasi Lasik.

Mengobati mata silinder dengan operasi tidak selalu cocok untuk mengatasi gangguan mata. Oleh karena itu, kadang dokter menolak melakukan operasi lasik kepada pasien jika dinilai pasien bukanlah kandidat yang baik. Alasan penolakan ini biasanya mempertimbangkan persentase kemungkinan berhasil dan resikonya. Jika kemungkinan berhasil kecil dan resikonya besar, biasanya dokter akan menolak melakukan operasi lasik.

Sekian beberapa tips untuk mengoabati mata silinder. Semoga beberapa tips mengobati mata silinder diatas dapat bermanfaat untuk anda ….:)

Mengobati Mata Silinder Dengan Operasi

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyakit Mata Plus – Informasi Penyakit Mata Plus

Penyakit Mata Plus – Informasi Penyakit Mata Plus

 

 

Penyakit Mata Plus – Penyakit Mata Plus adalah jenis kelainan mata yang menyebabkan penderitanya dapat melihat obyek dari jarak jauh dengan sempurna, tapi pandangan menjadi kabur bila melihat obyek berjarak dekat. Penyakit Mata Plus Disebut juga dengan Rabun dekat atau hypermetropi.

Secara alami, kebanyakan bayi lahir dalam keadaan hipermetropia dan sembuh dengan sendirinya pada usia sekitar 12 tahun. Pada usia muda kemampuan akomodasi mata masih sangat baik, sehingga anak atau remaja yang mengidap hipermetropia tidak merasa terganggu. Pada orang dewasa, kemampuan akomodasi mata akan banyak menurun dan sangat terasa pada usia sekitar 40 tahun, di mana pada saat itu ia akan kesulitan melihat benda kecil dalam jarak dekat (± 30cm).

Penyakit Mata Plus - Informasi Penyakit Mata Plus

Penyakit Mata Plus – Informasi Penyakit Mata Plus

Pada umumnya penyakit mata plus dapat dijumpai pada mata anak-anak sebagai kelainan yang di dapat sejak lahir. Akan tetapi, keadaan penyakit mata plus pada anak ini biasanya terus membaik bahkan menghilang sejalan dengan bertambah panjang sumbu bolamata yang mengikuti pertumbuhan tubuh. Pada usia remaja, penderita penyakit mata plus biasanya masih bisa melihat dengan jelas baik objek yang terletak jauh maupun yang dekat. Hal ini dikarenakan lensa mata mereka masih memiliki daya akomodasi yang cukup kuat untuk mengatasi kelainan yang diderita. Tetapi, hal ini tidak terjadi pada penderita penyakit mata plus yang sudah berusia lanjut, hal ini dikarenakan lensa mata telah mengalami ketuaan atau degenerasi sehingga daya akomodasi pun menurun.

GEJALA PENYAKIT MATA PLUS

Penderita Penyakit Mata Plus biasanya akan mempunyai keluhan – keluhan seperti :

  1. Sakit kepala yang makin terasa jika melihat ke arah dekat dalam jangka waktu beberapa menit saja.
  2. Kabur ketika melihat dekat, meskipun usianya masih cukup muda.
  3. Penglihatan jauh menjadi kabur sehabis melihat dekat dalam waktu lama.
  4. Kabur ketika melihat jauh dan dekat, terutama jika derajat hipermetropianya sudah agak tinggi (3,00 s/d 6,00 D).
  5. Ketidak nyamanan pada saat melihat dalam jangka waktu tertentu, terutama ketika mata terfokus melihat sesuatu dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya menonton televisi.
  6. Penglihatan kabur ketika melihat atau membaca dalam jarang dekat, walaupun usia Anda masih di bawah 40 tahun.
  7. Mata cepat merasa lelah apabila melihat atau membaca dalam jarak yang dekat.

PENYEBAB PENYAKIT MATA PLUS

Penyakit Mata Plus - Informasi Penyakit Mata Plus

Penyakit Mata Plus – Informasi Penyakit Mata Plus

Penyebab Penyakit Mata Plus adalah karena bentuk bola mata terlalu pendek dibanding keadaan normal, atau dapat juga sistem optis bola mata yang kekurangan daya bias. Hal tersebut merupakan salah satu proses penuaan pada orang-orang yang berusia di atas 40 tahun. Kondisi demikian biasanya tidak dapat disembuhakn, tetapi bisa di perbaiki dengan menggunakan kaca mata atau pun “contact lenses”. Tetapi beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kondisi mata rabun jauh bisa disembukan dengan sering-sering meneteskan obat tetes mata, yang ternyata berguna untuk meremajakan otot mata yang sudah tidak lentur lagi.

Pada orang tua, Penyakit Mata Plus merupakan bagian dari proses penuaan yang secara alamiah dialami oleh hampir semua orang. Penderita akan menemukan perubahan kemampuan penglihatan dekatnya pertamakali pada pertengahan usia empat puluhan. Pada usia ini, keadaan lensa kristalin berada dalam kondisi dimana elastisitasnya telah banyak berkurang sehingga menjadi lebih kaku dan menimbulkan hambatan terhadap proses akomodasi, karena proses ini utamanya adalah dengan mengubah bentuk lensa kristalin menjadi lebih cembung.

Pada saat melihat jarak dekat, mata yang mengalami Rabun Jauh tidak mampu untuk mengikat cahaya. Kemampuan refraktif pada mata tidak cukup. Pada retina penglihatan menjadi tidak jelas. Sedangkan cahaya dari jarak jauh bisa diterima secara normal. Orang yang mengalami Penyakit Mata Plus bisa melihat jelas untuk jarak jauh dan sebaliknya untuk jarak dekat tidak bisa jelas. Ziliar yang berfungsi sebagai alat focus pada lensa mata pada saat merubah dari penglihatan jauh ke penglihatan dekat lebih banyak mendapat beban jika orang mengalami Penyakit Mata Plus jarang mengistirahatkan mata.

Penyakit Mata Plus – Informasi Penyakit Mata Plus

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyakit Buta Warna, penyebabnya ?

Penyakit Buta Warna, penyebabnya ?

 

 

Penyakit Buta WarnaPenyakit Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu yang disebabkan oleh faktor genetis. Penyakit Buta warna merupakan kelainan genetika yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebut sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki-laki dan perempuan.

Seorang perempuan terdapat istilah ‘pembawa sifat’, hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna. Perempuan dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya, tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta warna.

Saraf sel pada retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.

Penderita penyakit buta warna kesulitan membedakan nuansa warna atau buta terhadap warna tertentu. Buta warna tidak dapat disembuhkan. Menurut statistik, sekitar 9% laki-laki dan 0,5% perempuan menyandang buta warna. Masalah mereka terutama adalah membedakan nuansa hijau (deuteranomali) atau nuansa merah (protanomali) dan kebutaan warna hijau (deuteranopia) atau warna merah (protanopia). Kesulitan atau kebutaan terhadap warna biru dan buta warna total sangat jarang terjadi.

Penyakit Buta Warna, Apa penyebabnya ?

Penyakit Buta Warna, Apa penyebabnya ?

JENIS PENYAKIT BUTA WARNA

Penyakit buta warna dibagi menjadi 3 macam, yaitu :

  1. 1.      Trikomasi. Penyakit buta warna ini adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Jenis buta warna ini paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya. Ada tiga macam trikomasi yaitu:
  • Protanomali yang merupakan kelemahan warna merah.
  • Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau.
  • Tritanomali yaitu kelemahan warna biru.
  1. 2.      Dikromasi. Dikromasi merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari:
  • Protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah sehingga kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang.
  • Deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka terhadap hijau.
  • Tritanopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka untuk warna biru.
  1. 3.      Monokromasi. Penyakit buta warna ini ditandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis tipikal dan sedikit warna pada jenis atipikal. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang.

PENYEBAB PENYAKIT BUTA WARNA

Retina mata memiliki hampir tujuh juta sel fotoreseptor yang terdiri dari dua jenis sel– sel batang dan sel kerucut yang terkonsentrasi di bagian tengahnya yang disebut makula. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya, dan dapat menangkap cahaya yang lemah seperti cahaya dari bintang di malam hari, tetapi sel itu tidak dapat membedakan warna. Berkat sel batang kita dapat melihat hal-hal di sekitar kita di malam hari, tetapi hanya dalam nuansa hitam, abu-abu, dan putih. Sel kerucut dapat melihat detail obyek lebih rinci dan membedakan warna tetapi hanya bereaksi terhadap cahaya terang. Kedua jenis sel tersebut berfungsi saling melengkapi sehingga kita bisa memiliki penglihatan yang tajam, rinci, dan beraneka warna.

Ada tiga jenis sel kerucut pada retina. Mereka masing-masing berisi pigmen visual (opsin) yang berbeda sehingga bereaksi terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda : merah, hijau dan biru. Sel kerucut menangkap gelombang cahaya sesuai dengan pigmen masing-masing dan meneruskannya dalam bentuk sinyal transmisi listrik ke otak. Otak kemudian mengolah dan menggabungkan sinyal warna merah, hijau dan biru dari retina ke tayangan warna tertentu. Karena perbedaan intensitas dari masing-masing warna pokok tersebut, kita dapat membedakan jutaan warna. Gangguan penerimaan cahaya pada satu jenis atau lebih sel kerucut di retina berdampak langsung pada persepsi warna di otak. Seseorang yang buta warna memiliki cacat atau kekurangan satu atau lebih jenis sel kerucut.

TES PENYAKIT BUTA WARNA

Penyakit Buta Warna, Apa penyebabnya ?

Penyakit Buta Warna, Apa penyebabnya ?

Umumnya penyakit buta warna diketahui ketika anak sudah mulai dewasa. Pada awalnya akan terjadi kebingungan pada dirinya dan orang orang sekitarnya, bahwa warna yang dilihat oleh orang lain berbeda dengan yang dilihat oleh penderita, misalnya seseorang melihat suatu warna sebagai warna merah, namun penderita melihatnya sebagai warna hijau.

Tes standar untuk mendiagnosis penyakit buta warna adalah tes Ishihara, yang banyak digunakan di kantor-kantor, sekolah-sekolah, dan instansi lainnya untuk menyeleksi calon mahasiswa/karyawan. Tes Ishihara terdiri dari 38 set warna yang secara ekstensif menskrining penyakit buta warna. Masing-masing set terdiri dari lingkaran-lingkaran dengan titik-titik mosaik bernuansa hijau-merah yang berbeda. Di dalam mosaik terdapat pola-pola angka (“angka atau huruf tokek”) yang tidak dapat dilihat orang yang buta warna tetapi mudah dilihat orang normal (lihat gambar di samping).

Penyakit Buta Warna, penyebabnya ?

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyakit Mata Juling

Penyakit Mata Juling, Apa Itu ?

 

 

Penyakit Mata Juling – Penyakit Mata juling merupakan salah satu bentuk kelainan mata yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan Strabismus atau squint. Kelainan mata ini biasanya merupakan salah satu penyakit yang diwariskan (turunan), tapi sampai saat ini penyebab pastinya belum dapat diketahui.

Penyakit mata juling adalah suatu keadaan dimana mata mengalami penyimpangan yang tidak normal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya, sehingga garis penglihatan menjadi tidak sejajar dan pada waktu yang bersamaan kedua mata tersebut tidak tertuju pada benda yang sama.

Penyakit Mata juling atau strabismus adalah kondisi dimana mata tidak sejajar satu dengan lainnya; contohnya satu mata tampak melihat lurus sedangkan mata lainnya tampak melihat kearah lain. Kondisi ini dapat terjadi pada usia manapun.

Mata yang juling dapat mengarah ke dalam (konvergen), keluar (divergen), atau satu mata lebih tinggi dari mata lainnya. Strabismus dapat menyebabkan penurunan binocular atau penglihatan stereo dan strabismus pada anak dapat berkembang menjadi mata malas. Posisi bola mata tidak normal saat diajak berbicara atau melakuan sesuatu gerakan yang tidak disadari oleh pemilik mata tersebut. Gerakan bola mata itu disebut dengan mata juling.

PENYEBAB PENYAKIT MATA JULING

Penyakit Mata Juling, Apa Itu ?

Penyakit Mata Juling, Apa Itu ?

Penyakit Mata juling bisa terjadi karena faktor bawaan (congenital) sejak bayi lahir atau selama 6 bulan sampai usia 2,5 tahun pertama. Tidak semua orang yang menderita mata juling langsung terlihat, ada yang tersembunyi dan baru akan terlihat saat orang tersebut lelah atau sakit. Tapi ada juga yang memang sudah terlihat meskipun orang tersebut dalam keadaan baik-baik saja.

Saat ini masih menjadi kontroversi mengenai mata malas (ambliopia) sebagai penyebab atau merupakan efek samping dari mata juling. Orang yang mengalami penyakit mata juling dan mata malas dikarakteristikkan oleh hilangnya penglihatan sentral dari satu mata yang biasanya mengarah ke estropia.

Penyakit Mata juling paling sering disebabkan oleh ketidakseimbangan otak dalam mengkoordinasikan mata. Dapat juga disebabkan oleh ukuran kacamata abnormal (contohnya hiperopia tinggi atau miopia tinggi), atau apapun yang menghalangi pandangan satu mata (contohnya katarak anak atau kelainan mata lainnya). Kadang kala, dapat juga diakibatkan oleh ketidaknormalan saraf yang membentuk otot mata atau ketidaknormalan otot mata atau jaringan sekelilingnya dalam soket mata.

JENIS PENYAKIT MATA JULING

  1. ESOTROPIA, yaitu satu bola mata memandang lurus kedepan sementara mata lain ke arah hidung, atau kedua mata melihat kea rah hidung.
  2. EXOTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara mata lainnya memandang lurus kea rah telinga, atau kedua mata melihat kea rah telinga.
  3. HIPOTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara yang lainnya ke arah bawah.
  4. HIPERTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara yang lainnya ke arah atas.

TANDA AWAL PENYAKIT MATA JULING

Penyakit Mata Juling, Apa Itu ?

Penyakit Mata Juling, Apa Itu ?

Orang tua dapat melihat bahwa mata anak mereka mungkin kurang terkordinasi atau tidak sejajar. Pada beberapa bentuk strabismus, anak mungkin menutup satu mata untuk menyamarkan penglihatan ganda yang kadang terhubung dengan strabismus, atau memiringkan kepala untuk mendapatkan kesejajaran penglihatan.

Banyak bayi keturunan Cina sering tampak memiliki mata juling konvergen sebagai akibat lipatan kulit mata yang tebal (Mongoloid) yang menutupin bagian dalam mata, menyebabkan mata terlihat lebih dekat satu sama lainnya. Ini adalah mata juling semu, dan tidak memerlukan pengobatan. Dokter lokal anda akan dapat memberitahu apakah anak anda benar memiliki strabismus atau tidak, dan merujuk anak anda ke spesialis mata jika dia tidak yakin atau mencurigai adanya masalah.

PENGOBATAN PENYAKIT MATA JULING

Perawatan atau pengobatan yang biasa dilakukan untuk penderita mata juling biasanya tergantung dari tipe mata juling tersebut. Untuk yang mengalami mata juling dan mata malas sekaligus biasanya dimulai dengan terapi dan penggunaan kacamata. Atau dengan melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki mata atau pembedahan untuk memperbaiki otot penggerak mata. Sebaiknya jangan menganggap remeh kelainan mata ini, karena jika tidak diobati bisa menyebabkan kelainan mata yang permanen. Selain itu nantinya membutuhkan waktu pengobatan yang jauh lebih lama.

Sekian artikel mengenai penyakit mata juling. Semoga artikel mengenai penyakit mata juling diatas dapat bermanfaat untuk anda… :)

Penyakit Mata Juling, Apa Itu ?

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment