Resiko Lasik Mata

Resiko Lasik Mata

 

Resiko Lasik Mata – LASIK atau laser-assisted in-situ keratomileusis adalah prosedur pembedahan yang menggunakan laser untuk koreksi penglihatan. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan bias, dengan membentuk kembali kornea. Dengan operasi ini, cahaya yang jatuh pada kornea dapat benar-benar fokus pada retina. Ini menghilangkan kebutuhan kacamata atau lensa kontak dan meningkatkan penglihatan untuk sebagian besar.

Resiko Lasik Mata

Resiko Lasik Mata

Selama operasi, tetes mata digunakan untuk mematirasakan mata. Kornea diperbaiki menggunakan semacam cincin hisap. Selaput tipis, bulat, dan mengganjal dipotong dari lapisan luar kornea, menggunakan perangkat khusus. Lipatan kornea ini tidak dihapus seluruhnya, namun ditarik kembali sehingga ahli bedah dapat bekerja pada jaringan yang terletak di bawahnya. Langkah berikutnya adalah untuk membentuk kembali jaringan kornea yang mendasarinya, sesuai kebutuhan pasien.

Pola membentuk kembali kornea dapat bervariasi dari satu pasien ke pasien lain, sesuai dengan masalah penglihatan yang mendasarinya. Setelah membentuk kembali dilakukan dengan laser, penutup kornea direposisi dan dibiarkan untuk menyembuhkan sendiri. Tidak ada jahitan wajib setelah operasi ini. Meskipun operasi ini sangat populer sebagai salah satu prosedur perbaikan penglihatan yang efektif, beberapa individu dapat mengalami efek samping tertentu dan komplikasi.

Resiko Lasik Mata

Operasi lasik mata dirancang untuk merawat refractive error (kesalahan bias) dan memperbaiki penglihatan, tidak perlu heran, jika setelah melakukan operasi lasik mata, kita tak lagi membutuhkan kacamata atau lensa kontak. Namun, apakah itu aman? Apa saja resiko dari lasik mata ? berikut ini adalah resiko lasik mata antara lain :

  1. Mata Kering

Operasi dengan menggunakan laser yang diarahkan ke bagian mata dapat sangat mengancam, terlebih jika terjadi kesalahan. Mata kering menjadi efek paling umum yang terjadi pasca operasi LASIK apabila kelenjar air mata terpengaruh sorotan laser. Akibatnya, mata kehilangan kemampuan melembabkan alaminya.

  1. Bulu Mata Tumbuh Di Tempat Tak Seharusnya

Sorotan laser operasi LASIK juga dapat mengakibatkan kerusakan sisi dalam kelopak mata. Sebagai akibatnya, bulu mata bisa tumbuh ke dalam bola mata. Dan gara-gara kondisi itu, Anda bisa jadi harus menjalani prosedur operasi lainnya.

  1. Gangguan Melihat

Resiko lasik mata adalah adanya gangguan penglihatan. Penglihatan yang bermasalah di malam hari dan seakan terdapat bintik-bintik pada setiap objek adalah resiko lasik mata selanjutnya, hal itu terjadi akibat kesalahan teknik koreksi kornea yang terjadi selama prosedur berlangsung.

  1. Resiko Kebutaan

Resiko lasik mata adalah resiko kebutaan. Alih-alih memperbaiki daya penglihatan yang menurun akibat minus, Anda justru terpapar resiko yang sangat mengerikan ini adalah salat satu resiko lasik mata. Anda hanya dapat melakukan lasik apabila level minus mencapai 7 atau lebih. Sementara itu, jika minus Anda belum 7, resiko kebutaan akibat operasi bisa mengancam.

  1. Untuk Beberapa Pasien Rabun Dekat, Hasil Dapat Mengurangi Penglihatan

Jika Anda melihat jauh, tingkat penglihatan membaik setelah operasi yang Anda alami dapat menurun dengan bertambahnya usia. Hal ini dapat terjadi jika Anda mewujudkan pembiasan (sebuah ujian visus dengan lensa sebelum tetes midriatil) adalah sangat berbeda dari cycloplegic Anda pembiasan (sebuah ujian visus dengan lensa setelah tetes dilatasi/pelebaran pupil).

  1. Menderita Gejala Visual Menurun

Resiko lasik mata adalah gejala visual menurun. Beberapa pasien mengeluh silau, lingkaran cahaya, dan atau penglihatan ganda yang dapat secara serius mempengaruhi penglihatan malam hari. Bahkan dengan visus yang baik pada bagan visus, beberapa pasien tidak melihat dan juga dalam situasi kontras yang rendah, seperti pada malam hari atau berkabut, setelah perawatan dibandingkan dengan sebelum pengobatan.

  1. Efek Angka Panjang Belum Diketahui

Efek jangka panjang yang belum diketahui. Lasik mata adalah teknologi yang relatif baru. Laser pertama disetujui untuk operasi lasik mata pada tahun 1998. Oleh karena itu, jangka panjang keamanan dan efektivitas operasi lasik mata tidak diketahui.

Meski lasik mata sangat populer dan terbukti keampuhannya dalam mengatasi gangguan penglihatan tidak diragukan lagi, namun beberapa individu dapat mengalami resiko lasik mata tertentu dan komplikasi setelah menjalani operasi lasik. Resiko lasik mata di atas seharusnya jadi bahan pertimbangan Anda.

Resiko Lasik Mata

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Operasi Mata Minus Dengan BPJS

Operasi Mata Minus Dengan BPJS

 

Operasi Mata Minus Dengan BPJS – Mata Minus atau Rabun jauh merupakan gangguan yang terjadi pada mata sehingga membuat seseorang tidak dapat melihat benda pada jarak yang terlalu jauh. Masalah Mata Minus dapat dialami oleh siapa saja, tak peduli pria, wanita, anak-anak maupun orang dewasa. Adapun penyebab Mata Minus umumnya disebabkan akibat dari sering membaca dalam keadaan gelap atau tidak mendapatkan pencahayaan yang memadai, membaca sambil berbaring, TV, terkena pancaran radiasi monitor, atau ponsel dan sebagainya.

Operasi Mata Minus Dengan BPJS

Operasi Mata Minus Dengan BPJS

Bagi para penderita Mata Minus, biasanya akan disarankan untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak untuk membantu penglihatannya. Hanya saja, dua metode ini tidak dapat langsung mengurangi minus pada mata.

Penderita mata minus biasanya disarankan menggunakan kacamata agar bisa melihat objek dengan baik. Meski dapat ditolong dengan alat bantu penglihatan seperti kacamata atau lensa kontak, refraksi berpotensi memburuk. Salah satu mengurangi atau mengobati mata minus adalah dengan Lasik.

Operasi Lasik Adalah Solusi Mata Minus

Operasi Lasik adalah metode terpopuler di dunia untuk memperbaiki kelainan mata minus (myopia). Proses operasi dengan sinar laser juga dapat menjadi alternatif. Diperkirakan sekitar 90 persen pasien yang menjalaninya merasakan perubahan yang signifikan.

Dalam operasi ini, sinar laser akan digunakan untuk membakar sebagian kecil kornea agar lengkungannya kembali normal. Setelah menjalani LASIK, kemampuan mata Anda akan kembali dalam 24 hingga 48 jam. Tetapi pemulihan secara total umumnya memakan waktu hingga sebulan.

Selama masa penyembuhan, kemampuan mata Anda akan mengalami fluktuasi untuk sementara. Contohnya penurunan kemampuan melihat pada malam hari serta pandangan kabur saat terkena cahaya terang. Tetapi kondisi ini perlahan-lahan akan berkurang. Mata Anda juga mungkin akan terasa kering sehingga Anda akan membutuhkan obat tetes mata untuk mengatasinya.

Harap diingat bahwa prosedur ini tidak cocok untuk penderita rabun jauh berusia di bawah 21 tahun karena mata mereka masih dalam tahap perkembangan. Operasi ini juga tidak bisa dilakukan jika kornea mata Anda terlalu tipis karena risiko komplikasi serta efek sampingnya dapat berakibat fatal, misalnya kebutaan.

Selain itu, operasi ini juga tidak cocok bagi penderita diabetes, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya, penderita HIV), ibu hamil atau menyusui, serta pengidap glaukoma atau katarak.

Apakah bisa melakukan operasi mata mata minus dengan BPJS ? jawabannya adalah TIDAK. Orang yang rabun jauh dengan minus tinggi, pilihannya adalah kacamata, kontak lens atau operasi LASIK. BPJS hanya dapat menanggung kacamata karena dengan kacamata maka rabun jauhnya teratasi. Karena tidak efisien dan efektif jika semua peserta dengan mata minus dioperasi LASIK sementara iuran BPJS sangat minus.

Saat ini banyak rumah sakit mata memiliki fasilitas lasik. Biasanya lasik ini tidak tersedia di rumah sakit umum dan dapat dilakukan di rumah sakit khusus mata. Apabila Anda tertarik dengan operasi lasik, ada baiknya Anda berdiskusi dengan dokter mata terdekat.

Syarat Operasi Lasik

Prosedur bedah ini tidak dimaksudkan untuk setiap orang dengan kesalahan bias. Jadi perlu untuk menilai apakah orang tersebut adalah layak untuk menjalani operasi mata LASIK. Berikut ini adalah beberapa pedoman yang dirumuskan oleh FDA dan American Academy of Ophthalmology.

  • Umur : Dia harus berusia 18 tahun, karena daya penglihatan terus berubah pada remaja. Dalam beberapa kasus, batas usia yang diperbolehkan bisa menjadi 21 tahun. Jarang, operasi ini dilakukan pada remaja.
  • Kehamilan dan Perawatan : Operasi mata LASIK tidak diperbolehkan pada wanita hamil dan menyusui. Hal ini karena kondisi ini mempengaruhi akurasi pengukuran mata tentang pembiasan.
  • Obat Resep : Jika Anda menggunakan obat resep seperti, Accutane, prednison oral, Cardarone, Imitrex, dll, Anda tidak akan diizinkan untuk menjalani operasi mata ini.
  • Kondisi Medis : Seorang calon yang layak untuk menjalankan operasi mata LASIK harus sehat. Dia harus tidak memiliki kondisi medis seperti diabetes, katarak, infeksi mata, herpes, AIDS, keratoconus, gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis, glaukoma, lupus, dll.
  • Resep Mata Harus Stabil : Jika resep mata Anda terus berubah setiap tahun, Anda bukan calon yang ideal untuk operasi LASIK. Sementara perubahan kecil tidak menjadi masalah, perubahan resep mata yang sering bisa menjadi penghalang bagi mereka yang tertarik dalam operasi ini.

Ini adalah beberapa pedoman penting yang harus dipertimbangkan saat memutuskan apakah seseorang sudah ideal untuk operasi ini atau tidak. Dalam beberapa kasus, pemilik perusahaan dapat melarang karyawan mereka untuk menjalani operasi mata LASIK. Jadi orang yang berencana untuk menjalani operasi ini, harus menanyakan tentang hal yang sama seperti di atas agar operasi mata minus aman dilakukan.

Operasi Mata Minus Dengan BPJS

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Jenis Operasi Mata Korektif

Jenis Operasi Mata Korektif

 

Jenis Operasi Mata Korektif – Tidak sedikit orang enggan menggunakan kacamata sebagai alat bantu melihat dan membaca. Alasannya, kacamata membuat penampilan tidak dapat terlihat maksimal. Oleh karena itu tak jarang penderita gangguan penglihatah seperti rabun jauh dan rabun dekat memilih melakukan operasi mata.

Jenis Operasi Mata Korektif

Jenis Operasi Mata Korektif

Banyak orang berpikir bahwa LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis) adalah satu-satunya jenis bedah refraktif untuk memperbaiki kesehatan mata. Tetapi, sebenarnya ada berbagai jenis dan variasi LASIK dan prosedur bedah refraktif lainnya yang dapat Anda pilih. Bedah refraktif juga dikenal sebagai operasi mata korektif, yang menggunakan beberapa prosedur yang dirancang untuk memulihkan dan mengoreksi kesalahan bias pada mata, termasuk rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Dalam setiap prosedur ini, laser digunakan untuk membentuk kembali kornea dengan mengubah cara cahaya sinar memasuki mata untuk mencapai fokus.

Berikut adalah jenis operasi mata korektif :

  1. PRK (photorefractive keratectomy)

Operasi mata ini digunakan untuk memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme yang ringan hingga sedang. Selama operasi PRK, ahli bedah mata menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea. Laser yang memberikan pancaran yang sejuk dari sinar ultraviolet ini digunakan pada permukaan kornea, tidak di bawah flap kornea seperti pada LASIK. PRK juga dapat dilakukan dengan pencitraan kornea pada komputer.

  1. LASEK (laser epithelial keratomileusis)

Ini adalah jenis operasi mata yang berkaitan dengan PRK. Flap epitel dibuat dan kemudian sel-sel epitel dikendurkan menggunakan larutan alkohol. Sebuah laser digunakan untuk membentuk kembali kornea, lalu flap diganti dan dilindungi oleh lensa kontak lunak selama pemulihan. Operasi LASEK digunakan untuk mengobati rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Jenis Operasi Mata Korektif

  1. RLE (refractive lens exchange)

RLE identik dengan operasi mata yang dilakukan untuk katarak dengan membuat sayatan kecil di tepi kornea untuk menghapus lensa alami mata dan menggantinya dengan silikon atau lensa plastik. RLE digunakan untuk memperbaiki rabun jauh atau rabun dekat yang ekstrim. Mungkin hal ini sesuai untuk seseorang dengan kornea tipis, mata kering, atau masalah pada kornea lainnya. Untuk memperbaiki silindris, sebuah operasi LASIK atau metode LASIK lainnya dapat digabungkan dengan RLE.

  1. Epi-LASIK

Dalam prosedur ini, lapisan sel yang sangat tipis akan dipisahkan dari kornea dan bagian dalam kornea dibentuk kembali dengan laser excimer. Tergantung pada metode yang dipilih, lapisan tipis dapat dibiarkan atau diganti. Daerah yang telah dioperasi akan diberi lensa kontak lunak sementara waktu selama penyembuhan.

  1. PRELEX (Presbyopic Lens Exchange)

Ini adalah sebuah metode di mana lensa multifokal ditanamkan untuk mengoreksi presbiopia (suatu kondisi di mana lensa mata kehilangan fleksibilitas, sehingga akan merasa kesulitan untuk fokus pada objek yang dekat).

  1. Intacs

Operasi mata ini juga dikenal sebagai ICR (intracorneal ring segments). Metode ini melibatkan sebuah sayatan kecil di kornea dan menempatkan dua cincin plastik yang berbentuk bulan sabit di tepian luar atau di kornea, sehingga mengubah cara sinar cahaya fokus pada retina. ICR pernah digunakan untuk mengobati rabun jauh dan rabun dekat ringan, namun hal itu telah diganti dengan prosedur berbasis laser. Kornea tidak teratur yang merupakan bentuk dari keratoconus (suatu kondisi yang menyebabkan hilangnya penglihatan akibat penipisan dan ketidakteraturan di kornea) adalah kondisi yang paling umum diobati dengan intacs. Jenis Operasi Mata Korektif

  1. Implan lensa intraokuler Phakic

Operasi mata ini dirancang untuk pasien rabun jauh yang tidak dapat ditangani oleh LASIK dan PRK. implan phakic dimasukkan melalui sayatan kecil di tepi kornea dan dilekatkan pada iris atau dimasukkan ke belakang pupil. Prosedur ini berbeda dari RLE, karena ia tetap menaruh lensa alami mata pada tempatnya. Jenis Operasi Mata Korektif

  1. AK atau LRI (astigmatic keratotomy)

Ini bukanlah operasi mata laser, namun operasi bedah yang digunakan untuk memperbaiki astigmatisme. Kornea orang yang memiliki astigmatisme biasanya berbentuk seperti bola kaki. AK atau LRI mengoreksi astigmatisme dengan membuat satu atau dua sayatan di bagian kornea yang paling curam. Sayatan ini membuat kornea menjadi lebih santai dan lebih bulat. Operasi mata ini dapat berdiri sendiri atau digabung dengan PRK, LASIK, atau RK. Jenis Operasi Mata Korektif

  1. RK (radial keratotomy)

Ini adalah jenis operasi mata korektif yang dulunya sering digunakan sebagai salah satu prosedur untuk memperbaiki rabun jauh. Namun, karena ada perkembangan operasi laser mata yang lebih efektif, seperti LASIK dan PRK, saat ini RK sudah jarang digunakan dan dianggap sebagai prosedur usang.

Jenis Operasi Mata Korektif

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Efek Lasik Mata Minus

Efek Lasik Mata Minus

Efek Lasik Mata Minus – Mata minus atau rabun jauh adalah kelainan pada mata yang tidak mampu melihat melihat dengan baik benda atau objek dengan jarak yang jauh. Mata minus dapat di alami oleh siapa saja, baik orang tua, remaja dan bahkan anak-anak. Biasanya mata min terjadi jika kita sering bekerja atau melihat sesuatu dengan jarak dekat terlalu lama, seperti menonton TV terlalu dekat, bermain game komputer dan masih banyak lagi penyebab mata menjadi minus. Mata min atau minus merupakan penyakit mata yang membuat penderitanya tak bisa melihat normal. Penderita mata min ini sulit untuk melihat jauh. Biasanya objek menjadi buram dan tidak fokus.

Efek Lasik Mata MinusJika Anda ingin terbebas dari kacamata ataupun lensa kontak, mungkin Anda akan mempertimbangkan metode operasi lasik. Operasi lasik saat ini sedang populer karna dapat menjadi solusi mengobati mata minus. Lasik mata pada minus sebuah prosedur untuk memperbaiki penglihatan yang kabur atau rusak menggunakan sinar laser. Lasik mata pada minus secara permanen mengubah bentuk kornea mata untuk meningkatkan kualitas penglihatan dan mengurangi ketergantuangan orang pada penggunaan kacamata atau lensa kontak.

LASIK yang merupakan singkatan dari laser-assisted in situ keratomileusis adalah sebutan umum untuk operasi laser pada mata. Operasi ini dilakukan untuk melakukan pembetulan pada kasus miopi atau rabun jauh, hiperopia atau rabun dekat, dan astigmatisma atau yang dikenal awam dengan rabun ‘silindris’.

Operasi mata dengan laser menjadi terkenal beberapa tahun lalu dengan klaim minim efek samping, cepat, dan memiliki hasil yang memuaskan. Pada 2011, telah dilakukan lebih dari 11 juta prosedur LASIK di Amerika Serikat.

Namun, hasil penelitian yang dirilis dalam jurnal JAMA Ophthalmology per 23 November 2016 lalu, ditemukan fakta bahwa para pasien LASIK mulai merasakan gangguan penglihatan yang sebelumnya tidak muncul.

Efek Lasik Mata Minus

Operasi lasik mata dirancang untuk merawat refractive error (kesalahan bias) dan memperbaiki penglihatan, tidak perlu heran, jika setelah melakukan lasik mata minus, kita tak lagi membutuhkan kacamata atau lensa kontak. Namun, apakah itu aman? Apa saja efek lasik mata minus ? Berikut ini adalah efek lasik mata minus antara lain :

  1. Mata Kering

Lasik mata dengan menggunakan laser yang diarahkan ke bagian mata dapat sangat mengancam, terlebih jika terjadi kesalahan. Mata kering menjadi efek paling umum yang terjadi pasca lasik mata apabila kelenjar air mata terpengaruh sorotan laser. Akibatnya, mata kehilangan kemampuan melembabkan alaminya.

  1. Efek Samping Gangguan Melihat

Penglihatan yang bermasalah di malam hari dan seakan terdapat bintik-bintik pada setiap objek, hal itu terjadi akibat kesalahan teknik koreksi kornea yang terjadi selama prosedur berlangsung.

  1. Resiko Kebutaan

Alih-alih memperbaiki daya penglihatan yang menurun akibat minus, Anda justru terpapar resiko yang sangat mengerikan ini adalah salat satu resiko operasi lasik. Anda hanya dapat melakukan lasik apabila level minus mencapai 7 atau lebih. Sementara itu, jika minus Anda belum 7, resiko kebutaan akibat operasi bisa mengancam.

  1. Bulu Mata Tumbuh Di Tempat Tak Seharusnya

Sorotan laser saat lasik mata juga dapat mengakibatkan kerusakan sisi dalam kelopak mata. Sebagai akibatnya, bulu mata bisa tumbuh ke dalam bola mata. Dan gara-gara kondisi itu, Anda bisa jadi harus menjalani prosedur operasi lainnya.

  1. Untuk Beberapa Pasien Rabun Dekat, Hasil Dapat Mengurangi Penglihatan

Jika Anda melihat jauh, tingkat penglihatan membaik setelah operasi yang Anda alami dapat menurun dengan bertambahnya usia. Hal ini dapat terjadi jika Anda mewujudkan pembiasan (sebuah ujian visus dengan lensa sebelum tetes midriatil) adalah sangat berbeda dari cycloplegic Anda pembiasan (sebuah ujian visus dengan lensa setelah tetes dilatasi/pelebaran pupil).

  1. Menderita Gejala Visual Menurun

Beberapa pasien mengeluh silau, lingkaran cahaya, dan atau penglihatan ganda yang dapat secara serius mempengaruhi penglihatan malam hari. Bahkan dengan visus yang baik pada bagan visus, beberapa pasien tidak melihat dan juga dalam situasi kontras yang rendah, seperti pada malam hari atau berkabut, setelah perawatan dibandingkan dengan sebelum pengobatan.

  1. Efek Jangka Panjang Belum Diketahui

Lasik adalah teknologi yang relatif baru. Laser pertama disetujui untuk operasi lasik mata pada tahun 1998. Oleh karena itu, jangka panjang keamanan dan efektivitas operasi lasik mata tidak diketahui.

Semua operasi lasik untuk mengoreksi kemampuan melihat, berupaya untuk membentuk kembali kornea, bagian depan mata, sehingga cahaya yang masuk melalui kornea dapat terfokus dengan benar ke retina yang terletak di belakang mata. Lasik mata minus adalah salah satu dari sejumlah teknik bedah yang digunakan untuk membentuk kembali kornea.

Meskipun lasik mata minus sangat populer sebagai salah satu prosedur perbaikan penglihatan yang efektif, beberapa individu dapat mengalami efek samping tertentu dan komplikasi setelah menjalani lasik mata minus. Sekian artikel mengenai efek lasik mata minus. Semoga bermanfaat…

Efek Lasik Mata Minus

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Efek Operasi Mata Katarak

Efek Operasi Mata Katarak

 

Efek Operasi Mata Katarak – operasi katarak adalah prosedur untuk mengobati katarak, kondisi progresif yang ditandai oleh kekeruhan pada lensa mata. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat dan mengganti lensa yang keruh untuk memperbaiki penglihatan pasien. Berkat perkembangan modern dalam teknologi bedah, operasi mata katarak menjadi salah satu operasi mata yang paling aman dan sering dilaksanakan.

Efek Operasi Mata KatarakOperasi katarak adalah pilihan pengobatan utama bagi pasien katarak. Seperti glaukoma, kebanyakan kasus katarak disebabkan oleh proses penuaan alami dan berkembang secara bertahap.

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko katarak adalah penyakit genetik, trauma berat pada mata, operasi mata yang pernah dijalani, dan peradangan intraokular. Terkadang, katarak dapat berkembang lebih cepat dan menyerang pasien berusia muda. Katarak dini ini lebih umum ditemukan pada pasien diabetes, perokok, individu yang terkena sinar UV atau radiasi ion berlebih, dan mereka yang mengonsumsi steroid. Obat-obat seperti statin dan phenothiazine juga dapat memperburuk atau memicu katarak, jika digunakan berkelanjutan.

Pada tahap awal, penglihatan pasien akan menjadi buram atau berkurang. Pasien juga dapat kesulitan membaca dan melihat bayangan yang tidak alami. Ini adalah gejala awal katarak. Jika tidak ditangani, lama-kelamaan seluruh lensa mata akan menjadi keruh. Akibatnya, pasien kehilangan kemampuan penglihatannya.

Karena manfaatnya yang sangat besar, banyak pasien katarak yang menjalani operasi. Prosedur ini dapat mengangkat lensa yang keruh secara permanen, memperbaiki penglihatan, dan mengurangi ketergantungan terhadap kacamata dan lensa kontak.

Efek Operasi Mata Katarak

Potensi untuk pasien bisa mengalami komplikasi atau efek samping pada proses operasi maupun pasca operasi tetap ada walaupun banyak pasien yang mendapatkan hasil memuaskan. Efek operasi mata katarak di bawah inilah yang patut Anda ketahui sekaligus pertimbangkan.

  • Infeksi. Risiko infeksi selalu ada dalam setiap prosedur operasi dan tak terkecuali pada operasi katarak. Meski risiko ini tidaklah begitu umum pada operasi katarak, tapi tetap berkemungkinan terjadi dikarenakan kelalaian dalam proses atau metode sterilisasi.
  • Kornea membengkak. Respon yang berasal dari mata saat dokter memasukkan alat operasi ke dalamnya bisa membuat kornea mata membengkak. Hal ini tak langsung diketahui karena bisa saja diketahui beberapa waktu sesudah selesai operasi. Inilah yang kemudian menyebabkan kaburnya penglihatan pasien.
  • Astigmatisme. Operasi katarak juga dapat menjadikan seseorang malah mengalami astigmatisme. Pasca operasi, astigmatisme bisa terjadi dan pengobatannya adalah dengan lensa koreksi dan hal ini tak akan berpengaruh terhadap penglihatan.
  • Ablasio retina mata. Operasi katarak rupanya juga meningkatkan risiko pasien menderita ablasio retina. Pada seseorang yang melaksanakan operasi laser pasca operasi katarak untuk menangani jarak penglihatan lensa mata bakal memiliki potensi lebih besar untuk mengalami bahaya ini. Untuk itu, konsultasikan pula dengan dokter mata Anda tentang hal ini.
  • Glaukoma. Mungkin kita sudah cukup familiar dengan glaukoma yang merupakan sebuah kondisi penyakit mata juga. Seperti yang sudah disebutkan secara singkat, glaukoma bisa terjadi sebagai pengaruh dari operasi katarak. Sebabnya adalah cairan yang dipakai pada prosedur operasi tak melalui sistem pengeringan alami mata. Itulah yang lalu menjadikan adanya tekanan pada mata dengan sakit kepala atau rasa sakit tajam di sekitar mata. Dokter akan memberikan pengobatan khusus untuk meredakan tekanan tersebut.
  • Perdarahan. Bahaya ini memang paling menakutkan, namun tidaklah umum terjadi sebagai efek dari operasi katarak. Kemungkinannya sangatlah kecil dan bila sampai terjadi, ini disebabkan oleh adanya penempatan pengirisan di area kornea mata.

Kelebihan Operasi Katarak

  • Penglihatan Jauh Lebih Baik : Keuntungan yang paling penting dari operasi katarak tidak diragukan lagi peningkatan kualitas penglihatan pasca operasi mata. Operasi ini sangat sederhana dan melibatkan penghapusan selaput katarak dari lensa, dan penggantian lensa lain yang jelas, yang akan membantu Anda memiliki penglihatan yang lebih baik dan lebih jelas. Operasi ini hanya membutuhkan berkisar antara setengah jam sampai empat puluh lima menit untuk selesai, di mana mata Anda dimati rasakan dengan obat bius dan dioperasi.
  • Resiko Rendah : Persentase resiko yang terlibat dalam operasi katarak kurang dari 10%. Hal ini karena kesederhanaan operasi itu sendiri. Plus, yang dilakukan oleh para ahli, operasi ini mempunyai sedikit atau tidak ada kemungkinan mengalami komplikasi.
  • Rawat Inap Sebentar : Operasi katarak hanya memakan waktu yang singkat dan tidak perlu rawat inap sampai beberapa hari. Jika operasi Anda dijadwalkan siang hari, Anda harus dirawat inap pada pagi hari. Hanya menjalani perawatan selama beberapa jam setelah operasi dan sudah diperbolehkan pulang pada sore atau awal malam.
  • Waktu Pemulihan Singkat : Tidak seperti operasi besar lainnya, waktu pemulihan untuk operasi katarak juga sangat singkat. Anda siap untuk kembali bekerja dalam jangka waktu hanya 2 atau 3 minggu, asalkan Anda minum obat dan mengikuti saran dokter tentang hal-hal yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan dilakukan pasca operasi.
  • Kembali Seperti Biasa : Setelah Anda menjalani operasi katarak, karena visi Anda kembali normal, Anda dapat melakukan kegiatan sehari-hari seperti membaca dan mengemudi tanpa kesulitan. Membawa kehidupan Anda normal kembali tanpa terhalangi penglihatan kabur.

Efek Operasi Mata Katarak

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Operasi Mata Katarak Dengan BPJS

Operasi Mata Katarak Dengan BPJS

 

Operasi Mata Katarak Dengan BPJS – Katarak merupakan penyakit mata yang dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi baru lahir dan terutama orang berusia 60 tahun keatas. Menurut WHO, Katarak mengakibatkan 48% kebutaan yang mewakili 18 juta jiwa dari seluruh dunia. Penyakit ini adalah penyakit yang diawali dengan kekeruhan yang terdapat pada lensa mata, sehingga cahaya tidak dapat menembus lensa dan mengurangi ketajaman penglihatan. Keburaman yang dialami oleh penderita juga bervariasi dari sedikit buram hingga keburaman total.

Operasi Mata Katarak Dengan BPJSGejala Penyakit Katarak

Terdapat berbagai gejala awal yang menjadi petunjuk bahwa Anda menderita penyakit katarak, gejala tersebut adalah :

  • Pandangan mata menjadi buram pada saat melihat suatu objek atau membaca suatu tulisan.
  • Sensitifitas terhadap cahaya atau sinar menjadi tinggi.
  • Pada saat melihat objek benda dan cahaya dengan menggunakan satu mata saja, objek dapat terlihat seperti ganda.
  • Kesulitan melihat pada malam hari.
  • Pada saat memandang sinar akan muncul lingkaran cahaya pada penglihatan.

Penyebab Penyakit Katarak

Penyebab katarak belum diketahui secara pasti. Seiring bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata akan berubah, termasuk kandungan airnya. Inilah yang memungkinkan lensa mata yang tadinya bening, berubah menjadi keruh.

Hingga saat ini, alasan di balik proses penuaan yang dapat berujung pada perubahan protein di lensa mata belum diketahui. Meski demikian, ada beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena katarak. Di antaranya adalah:

  • Mata yang terpajan sinar matahari untuk waktu yang lama.
  • Penyakit-penyakit tertentu, misalnya diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang.
  • Konsumsi obat kortikosteroid berdosis tinggi untuk waktu lama.
  • Pernah menjalani operasi mata.
  • Pernah mengalami cedera pada mata.
  • Memiliki riwayat katarak dalam keluarga.
  • Pola makan yang tidak sehat dan kekurangan vitamin.
  • Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin.
  • Merokok.

Satu-satunya langkah pengobatan yang terbukti paling efektif adalah operasi. Efek penyembuhan dari operasi akan sangat signifikan, terutama bagi penderita dengan kondisi katarak yang sudah menghambat kegiatan sehari-hari.

Dalam operasi katarak, lensa yang keruh akan diangkat dan digantikan dengan lensa plastik bening. Operasi tersebut biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal agar mata Anda menjadi mati rasa.

Usai operasi, dokter umumnya akan menganjurkan penggunaan dua jenis obat tetes mata. Obat tetes yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi dan yang mengandung steroid guna mengurangi pembengkakan.

Di samping penggunaan obat tetes mata, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari selama masa pemulihan. Hal ini dilakukan guna mencegah infeksi maupun komplikasi. Aktivitas-aktivitas yang harus dijauhi tersebut meliputi menggosok mata, berenang, aktivitas fisik yang berat (seperti menggendong anak atau menggeser perabotan), serta menggunakan kosmetik pada mata (misalnya, eyeliner atau eyeshadow). Anda juga perlu berhati-hati menjaga kebersihan mata saat berada di tempat yang berangin dan berdebu serta saat keramas.

Meski pemulihan dari operasi akan membutuhkan beberapa waktu (dari beberapa hari hingga minggu), hampir semua orang yang menjalaninya akan merasakan peningkatan pada penglihatan mereka. Penderita biasanya bisa kembali melakukan rutinitas secara normal dalam waktu dua minggu setelah operasi.

Apakah bisa operasi mata katarak dengan BPJS ?

Untuk mendapatkan kejelasan memang kita perlu bertanya. Baiklah seperti pengalaman yang sudah – sudah bahwa pasien yang menderita penyakit mata katarak maka operasinya bisa menggunakan bpjs kesehatan sehingga biaya operasi nya ditanggung, tentunya sesuai dengan indikasi medis dan presedur yang berlaku di BPJS Kesehatan.

Anda atau keluarga anda yang sedang sakit mata katarak harus sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan status aktif (tidak ada tunggakan bayar iuran).  Peserta yang bersangkutan dapat berobat ke faskes 1 terlebih dahulu, faskes yang telah tertera pada kartu anggota, ingat jangan langsung ke rumah sakit (kecuali dalam keadaan darurat).

Jika ternyata memang diperlukan ke rumah sakit, maka faskes 1 akan memberikan rujukan kepada peserta untuk berobat kerumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan tidak menerima klaim perorangan, tetapi dari pihak Rumah Sakit yang akan menguruskan biaya atas pelayanan kesehatan peserta langsung ke BPJS Kesehatan.

Itulah sedikit informasi mengenai operasi mata katarak dengan BPJS. Semoga bermanfaat…

Operasi Mata Katarak Dengan BPJS

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Operasi Mata Buta

Operasi Mata Buta

 

Operasi Mata Buta – Kebutaan merupakan kondisi yang sangat menakutkan bagi banyak orang. Tapi bagi sebagian orang, itu adalah kenyataan yang tak terhindarkan. Di dunia ini, banyak sekali orang yang menghadapi prospek perubahan negatif dalam kemampuan penglihatan mereka. Jika Anda hingga saat ini masih bisa membaca, Anda sangatlah beruntung. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 285 juta orang di seluruh dunia diperkirakan terancam kebutaan. Dari jumlah tersebut, 39 juta orang akan buta dan 146 juta orang akan memiliki penurunan penglihatan.

Operasi Mata ButaDi negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia, penyebab utama mata buta adalah infeksi, katarak, glaukoma, cidera, dan ketidakmampuan untuk membeli kacamata. Selain itu, pasien penyakit diabetes juga rentan menjadi tuna netra. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan mata buta :

  • Katarak

Katarak adalah penyakit di mana lensa mata menjadi keruh hingga membuat penglihatan menjadi tidak jelas. Katarak kebanyakan disebabkan oleh proses penuaan, namun terkadang ada pula anak-anak yang terlahir dengan katarak. Selain itu, katarak juga mungkin terjadi akibat pascacidera mata, peradangan, dan beberapa penyakit mata lainnya. Sampai saat ini, belum ada cara ampuh yang terbukti dapat mencegah katarak terjadi. Namun, mengurangi merokok dan paparan terhadap sinar ultraviolet diduga mampu menunda perkembangan katarak. Penyakit katarak yang belum terlalu parah dapat diatasi dengan meminum obat atau memakai kacamata. Jika keterbatasan penglihatan sudah semakin parah hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, barulah dilakukan operasi katarak.

  • Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit yang berhubungan dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata, yang menyebabkan kerusakan saraf optik mata dan akan memburuk seiring berjalannya waktu. Glaukoma cenderung diturunkan dalam keluarga dan mungkin baru akan muncul ketika seseorang sudah bertambah tua. Penyakit yang bisa menyebabkan mata buta ini memiliki gejala seperti mata merah, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, nyeri mata, mata terlihat kabur terutama area tepi penglihatan, mual atau muntah, dan penglihatan menyempit ketika melihat jarak jauh. Namun bagi kebanyakan orang, penyakit glaukoma bisa tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Pencegahan glaukoma tidak diketahui, namun ada metode pengobatan dan bedah medis efektif yang bisa dilakukan, seperti obat tetes mata, operasi laser, atau operasi mikro.

  • Diabetes

Penyakit diabetes mellitus juga bisa membuat mata menjadi buta, jika Anda mengalami komplikasi retinopati diabetik. Tahukah Anda jika gula darah tinggi yang tidak diobati dapat menyebabkan kebutaan? Terlalu tinggi kadar  gula darah akan merusak pembuluh darah di lapisan belakang mata, area yang paling sensitif terhadap rangsang cahaya. Akibatnya, retina tidak bisa menerima asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan penglihatan. Retinopati diabetik ringan atau sedang tidak memerlukan pengobatan sesegera mungkin. Namun, terkadang dokter bisa menyarankan untuk dilakukan pengobatan dengan laser atau dengan vitrektomi (pengangkatan gumpalan darah atau jaringan parut yang berada di badan bola mata (vitreous).

  • Trakoma

Trakoma adalah infeksi bakteri Chlamydia trachomatis menular yang bisa memengaruhi kemampuan penglihatan. Infeksi ini menyebar melalui cairan  dari mata dan hidung, atau menggunakan barang yang dipakai oleh penderita yang terinfeksi (contohnya sapu tangan, handuk, pakaian). Lalat juga bisa menyebarnya cairan yang mengandung infeksi ini kepada orang lain. Trakoma memiliki gejala seperti iritasi ringan pada mata, keluarnya nanah dan/atau kotoran mata, penglihatan kabur, sakit mata, mata peka terhadap cahaya, dan terasa gatal.

Apakah ada kemungkinan kebutaan dapat disembuhkan?

Pengobatan untuk kebutaan tergantung kepada penyebabnya. Di negara-negara Afrika, Amerika Latin, Oceania, dan Asia banyak sekali orang yang memiliki penglihatan yang kurang baik sebagai akibat dari kesalahan bias. Jika itu penyebabnya, maka kondisi tersebut dapat diatasi dengan memakai resep obat dan kacamata. Kebutaan yang disebabkan oleh gizi dapat diatasi dengan perubahan pola makan. Untuk kasus seperti katarak, dapat disembuhkan dengan melakukan operasi. Untuk kasus yang disebabkan oleh inflamasi dan infeksi, dapat disembuhkan dengan obat dalam bentuk tetes atau pil. Transplantasi kornea juga dapat membantu orang yang memiliki kehilangan visi akibat jaringan parut kornea.

Meski 80% tunanetra dapat dicegah atau disembuhkan, tetap ada 20% kasus yang tidak dapat disembuhkan. Kasus tersebut biasanya terjadi pada orang yang berhadapan dengan hilangnya penglihatan secara bertahap hingga mereka buta secara total. Gangguan degenerasi retina tidak dapat disembuhkan, karena penyakit tersebut memecah lapisan jaringan yang mengandung sel-sel pendeteksi cahaya. Ada sejumlah penyakit degeneratif, termasuk retinitis pigmentosa, degenerasi makula, dan sindrom Usher.

Prognosis untuk penglihatan yang hilang tergantung pada penyebabnya juga. Pasien yang kehilangan penglihatan akibat kerusakan optik saraf atau stroke biasanya tidak dapat disembuhkan. Pasien dengan ablasi retina yang berlangsung lama, pada umumnya tidak dapat diperbaiki dengan operasi perbaikan ablasi tersebut. Pasien yang memiliki jaringan parut kornea biasanya memiliki prognosis yang baik jika mereka dapat melakukan perawatan setelah operasi.

Tips Menjaga Kesehatan Mata

National Eye Institute (NEI) menyarankan sejumlah langkah sederhana yang dapat diambil untuk memastikan mata Anda tetap sehat, seperti:

  • Tidak merokok. Merokok telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena katarak, kerusakan saraf optik, dan yang berkaitan dengan degenerasi makula.
  • Diet seimbang dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Membersihkan tangan dan lensa kontak dengan benar untuk mengurangi risiko infeksi mata.
  • Mengetahui riwayat kesehatan mata keluarga. Banyak gangguan mata serius yang merupakan keturunan, seperti retinitis pigmentosa.
  • Mengikuti tes mata secara teratur.

Itulah sedikit informasi mengenai operasi mata buta. Meskipun sudah ada teknologi canggih yang dapat memulihkan beberapa penyakit mata, namun jika kita dapat mencegahnya, maka itu dapat memberikan banyak manfaat di kemudian hari. Sama seperti kata pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati”.

 

Operasi Mata Buta

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Operasi Lasik Pada Anak

Operasi Lasik Pada Anak

 

Operasi Lasik Pada Anak – Operasi lasik salah satu operasi yang benar-benar bisa menyembuhkan gangguan mata secara total. Operasi lasik merupakan sebuah prosedur membentuk kembali kornea mata demi mendapatkan kembali penglihatan normal. Sejak lasik mata booming beberapa tahun terakhir, prosedur bedah mata yang menggunakan teknologi laser ini sudah membuktikan kehebatannya dalam mengoreksi penglihatan banyak penderita rabun  jauh, rabun dekat maupun silindris.

Operasi Lasik Pada AnakMeskipun begitu, lasik mata masih menyisakan tanda tanya bisakah prosedur ini dilakukan pada anak-anak. Masalah ini menjadi perdebatan di antara ahli mata. Sebagian besar dokter mata enggan untuk mengobati mata anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan. Namun di sisi lain, beberapa kasus menunjukkan bahwa anak-anak bisa turut mengambil manfaat dari operasi ini. Operasi Lasik Pada Anak

“Anak-anak bukanlah kandidat untuk melakukan operasi lasik. Di usia tersebut, mata mereka masih terus berkembang,” ungkap  Wayne Bizer, ahli bedah lasik.

Operasi Lasik Pada Anak – Operasi kini semakin banyak dipilih sebagai jalan pintas untuk mendapatkan penglihatan tajam oleh penderita mata minus. Untuk menjalani operasi terdapat beberapa syarat salah satunya umur. Saat akan di lasik umur yang diperbolehkan adalah 18 tahun.

Food and Drug Administration (Lembaga Pengawas Makanan dan Obat-obatan di Amerika) tidak menyetujui orang yang berusia di bawah 18 tahun untuk melakukan lasik mata. Hal ini mengingat pertumbuhan mata dan panjang bola mata biasanya akan menjadi stabil ketika seseorang menginjak usia 21 tahun. Operasi Lasik Pada Anak

Alasan lain mengapa anak-anak tidak diperbolehkan melakukan lasik adalah meskipun prosedur ini aman dan efektif, lasik mata memiliki komplikasi serius. Beberapa pasien orang dewasa yang telah menjalani operasi lasik ada yang mengalami melemahnya masalah penglihatan (penglihatan ganda, silau terhadap cahaya, hingga rendahnya kualitas penglihatan di malam hari), sindrom mata kering dan bahkan kehilangan penglihatan.

Syarat Operasi Lasik Pada Mata

Berikut adalah syarat dari prosedur operasi-lasik yang harus diperhatikan sebelum Anda melakukan lasik:

  • Usia 18 tahun keatas. Operasi Lasik Pada Anak
  • Kedua mata harus keadaan sehat. Operasi Lasik Pada Anak
  • Ukuran kacamata stabil selama 6 bulan-1 tahun. Operasi Lasik Pada Anak
  • Melepas soft lense selama 14 hari atau hard lense selama 30 hari sebelum lasik
  • Tidak sedang hamil/menyusui. Operasi Lasik Pada Anak

Resiko Lasik

Seperti halnya operasi lain, melakukan operasi mata lasik juga memiliki risiko, antara lain :

  • Undercorrections

Jika laser menghilangkan terlalu sedikit jaringan dari mata, Anda tidak akan mendapatkan hasil visi yang jelas seperti Anda harapkan. Undercorrections lebih umum untuk orang-orang yang rabun jauh. Anda perlu operasi bias lainnya (operasi tambahan) dalam waktu satu tahun untuk mengangkat jaringan lebih. Operasi Lasik Pada Anak

  • Overcorrections

Ada juga kemungkinan bahwa laser akan menghapus terlalu banyak jaringan di mata Anda. Overcorrections mungkin lebih sulit untuk diperbaiki daripada undercorrections.

  • Penglihatan kembali seperti semula

Seiring waktu, mata Anda perlahan-lahan kembali ke tingkat penglihatan Anda seperti sebelum operasi. Hal ini bisa terjadi karena kondisi tertentu, seperti penyembuhan luka normal, ketidakseimbangan hormon atau kehamilan. Operasi Lasik Pada Anak

  • Hilangnya penglihatan

Kejadian ini memang jarang, tapi bisa terjadi Anda mengalami kehilangan penglihatan akibat komplikasi bedah. Beberapa orang mungkin juga tidak melihat tajam lagi atau justru lebih jelas sebelum operasi. Operasi Lasik Pada Anak

  • Silau

Lingkaran cahaya dan penglihatan jadi ganda. Setelah operasi Anda mungkin memiliki kesulitan untuk bisa melihat pada malam hari. Operasi Lasik Pada Anak

Meskipun operasi lasik termasuk aman ada baiknya jika sebelum melakukan lasik Anda mencari tahu terlebih dahulu mengenai lasik pada anak, kelebihan dan kekurangannya, bagaimana prosedur dan persyaratannya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Solusi Kesehatan Mata

Nah bagi anda yang saat ini memiliki keluhan pada mata dan ingin terhindar dari bahaya operasi mata lasik, kami punya SOLUSINYA !! Yaitu dengan mengkonsumsi suplemen herbal untuk kesehatan mata yaitu S.Lutena (Super Lutein).

obat mata herbalS-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah berbagai macam penyakit mata dan penyakit kronis lainnya. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi. S-Lutena Naturally Plus adalah suplemen yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya. Dengan kandungan buah dan sayur + DHA yang 100% alami, produk ini telah membantu banyak orang terbebas dari penderitaan panjang berbagai penyakit mata maupun penyakit lainnya.

Tidak hanya baik untuk mata Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi, Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dll.

Operasi Lasik Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Operasi Mata Dengan BPJS

Operasi Mata Dengan BPJS

 

Operasi Mata Dengan BPJS – Penggunaan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah cukup tinggi belakangan ini. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya pasien di rumah sakit yang berobat dengan menggunakan layanan tersebut. Secara garis besar, layanan BPJS memang sangat membantu masyarakat luas agar bisa mengakses layanan kesehatan. Namun, dalam praktiknya, berbagai kendala juga sering terjadi terkait dengan penggunaan layanan kesehatan ini. Yang termasuk di antaranya ialah berbagai prosedur yang sebenarnya wajib untuk diikuti para peserta BPJS Kesehatan.

Operasi Mata Dengan BPJSBerbagai kebijakan dan aturan yang diterapkan dalam layanan BPJS Kesehatan tentu sudah melalui banyak pertimbangan dan perhitungan yang tepat sebelumnya. Berbagai prosedur yang dijalankan dapat berlangsung dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Namun, berbagai masalah terkait dengan prosedur inilah yang justru menjadi hal yang menyulitkan dan menjadi kendala bagi para penggunanya.

Pengguna BPJS Kesehatan tidak seluruhnya memahami secara detail berbagai kebijakan dan aturan yang berlaku di dalamnya. Hal ini terutama jika terkait dengan berbagai biaya dan cakupan penanganan medis yang akan ditanggung BPJS Kesehatan. Jika ternyata terjadi kesalahpahaman atas hal tersebut, bisa dipastikan peserta yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan untuk berobat mengalami masalah terkait sejumlah biaya yang wajib dilunasi.

Hal yang paling sering menjadi permasalahan terkait dengan penggunaan layanan BPJS kesehatan adalah berbagai jenis operasi yang dijalani para peserta. Ini tentu menjadi poin yang wajib untuk selalu dicermati dan dipahami dengan baik. Mengingat sejumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk berbagai tindakan operasi tersebut terbilang cukup besar. Akan sangat merepotkan jika seorang peserta BPJS menjalani prosedur operasi tanpa persiapan sejumlah biaya yang memadai dan hanya mengandalkan BPJS Kesehatan. Sementara di luar perkiraannya ternyata prosedur operasi tersebut tidak masuk ke dalam cakupan layanan BPJS Kesehatan.

Dalam kasus tersebut, bisa dipastikan pasien akan mengalami kesulitan akibat sejumlah biaya operasi yang dibebankan padanya. Apalagi jika operasi tersebut membutuhkan sejumlah penanganan yang rumit dengan biaya yang sangat besar. Hal-hal seperti ini tentu patut dipertimbangkan agar nantinya mengetahui dan memahami segala bentuk penanganan dan prosedur operasi apa saja yang akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Apakah bisa operasi mata dengan BPJS ?

Ada beberapa jenis operasi yang di tanggung oleh BPJS, seperti Operasi Jantung, Operasi Caesar, Operasi Kista, Operasi Miom, Operasi Tumor, Operasi Odontektomi, Operasi Bedah Mulut, Operasi Usus Buntu, Operasi Batu Empedu, Operasi Bedah Vaskuler, Operasi Amandel, Operasi Hernia, Operasi Kanker, Operasi Kelenjar Getah Bening, Operasi Pencabutan Pen, Operasi Penggantian Sendi Lutut, Operasi Timektomi,  Operasi Ginjal dan Operasi Mata. Yang jadi pertanyaan di kalangan masyarakat adalah jenis operasi mata apa saja yang di tanggung oleh BPJS ? Operasi mata dengan BPJS antara lain : Operasi Katarak dan Operasi Mata Juling.

Bagaimana dengan operasi lasik ? Apakah di tanggung oleh BPJS ? Lasik termasuk dalam operasi yang tidak essensial sehingga operasi ini tidak ditanggung oleh BPJS. Kebanyakan rumah sakit mata memiliki fasilitas lasik. Biasanya lasik ini tidak tersedia di rumah sakit umum dan dapat dilakukan di rumah sakit khusus mata. Apabila Anda tertarik dengan operasi lasik, ada baiknya Anda berdiskusi dengan dokter mata terdekat.

Cara Operasi Mata Dengan BPJS

Prosedur dan berbagai tahap yang dilalui untuk mendaftar hingga melakukan proses operasi di rumah sakit tentu menjadi hal yang wajib untuk selalu dipahami dengan baik. Jika salah atau tidak mengikuti semua prosedur yang berlaku, bisa saja klaim yang diajukan pasien kepada BPJS akan ditolak. Karena itu, selalu pastikan untuk mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku.

Hal pertama yang dilakukan adalah berobat pada faskes yang telah ditetapkan dan disetujui peserta BPJS. Dalam hal ini, yang bertindak adalah Puskesmas atau klinik. Jika dalam pemeriksaan tersebut diketahui bahwa pasien membutuhkan tindakan operasi, dokter akan memberikan surat rujukan ke rumah sakit. Setelah melalui prosedur tersebut, dokter spesialis di rumah sakit akan memeriksa pasien dan mengatur jadwal operasinya. Namun, bagi pasien yang datang ke rumah sakit dalam kondisi gawat darurat dan telah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter dapat melakukan operasi langsung tanpa membuat sebuah jadwal terlebih dahulu.

Untuk kebutuhan operasi ini, pasien harus memenuhi tiga syarat, yakni :

  • Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).
  • Surat rujukan dari Puskesmas.
  • Kartu pasien yang didapatkan dari rumah sakit setelah pasien melakukan pendaftaran.

Penggunaan layanan BPJS Kesehatan dalam berbagai kebutuhan kesehatan tentu akan sangat membantu masyarakat luas. Namun, berbagai kendala sering kali terjadi di dalam penggunaannya, terutama akibat kurangnya pemahaman atas syarat dan juga prosedur yang harus diikuti ketika berobat. Hal inilah yang patut diketahui sejak awal oleh para peserta BPJS Kesehatan agar proses berobat yang dilakukan dapat berjalan dengan mudah dan lancar. Bahkan, termasuk berbagai tindakan operasi yang mungkin saja dibutuhkan sewaktu-waktu. Sekian artikel mengenai Operasi Mata Dengan BPJS. Semoga bermanfaat….

Operasi Mata Dengan BPJS

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Operasi Lasik Di Bandung

Operasi Lasik Di Bandung

 

Daftar tempat Operasi Lasik Di Bandung – LASIK adalah salah satu pendatang terbaru dalam prosedur perbaikan penglihatan yang cepat mendapatkan popularitas. Operasi mata LASIK atau laser-assisted in-situ keratomileusis adalah prosedur pembedahan yang menggunakan laser untuk koreksi penglihatan. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan bias, dengan membentuk kembali kornea. Dengan operasi ini, cahaya yang jatuh pada kornea dapat benar-benar fokus pada retina. Ini menghilangkan kebutuhan kacamata atau lensa kontak dan meningkatkan penglihatan untuk sebagian besar.

Operasi Lasik Di Bandung

Operasi Lasik Di Bandung

Selama operasi, tetes mata digunakan untuk mematirasakan mata. Kornea diperbaiki menggunakan semacam cincin hisap. Selaput tipis, bulat, dan mengganjal dipotong dari lapisan luar kornea, menggunakan perangkat khusus. Lipatan kornea ini tidak dihapus seluruhnya, namun ditarik kembali sehingga ahli bedah dapat bekerja pada jaringan yang terletak di bawahnya. Langkah berikutnya adalah untuk membentuk kembali jaringan kornea yang mendasarinya, sesuai kebutuhan pasien. Pola membentuk kembali kornea dapat bervariasi dari satu pasien ke pasien lain, sesuai dengan masalah penglihatan yang mendasarinya. Setelah membentuk kembali dilakukan dengan laser, penutup kornea direposisi dan dibiarkan untuk menyembuhkan sendiri. Tidak ada jahitan wajib setelah operasi ini.

Kegunaan Operasi Lasik Untuk Mata

Operasi LASIK untuk mata ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang memiliki salah satu masalah penglihatan umum berikut ini:

  • Rabun Jauh (miopia – mata minus). Ketika bola mata sedikit lebih panjang dari normalnya atau ketika kurva kornea terlalu tajam, sehingga cahaya tidak fokus di retina, melainkan di depan retina sehingga mengaburkan penglihatan jarak jauh. Anda akan melihat benda-benda yang dekat lebih jelas, tetapi untuk objek yang lebih jauh akan terlihat buram.
  • Rabun Dekat (hyperopia – mata plus). Kebalikan dari kondisi di atas, rabun dekat terjadi ketika Anda memiliki lebih bola mata pendek dari normal atau kornea yang terlalu datar, cahaya akan berfokus di belakang retina. Hal ini membuat penglihatan dekat dan kadang-kadang penglihatan jauh menjadi kabur.
  • Astigmatisme (Silinder). Ketika kelengkungan kornea atau permukaannya tidak merata, maka yang terjadi adalah mata silinder, yang mengganggu fokus jatuhnya cahaya dekat dan jauh tidak tepat pada retina.

Dokter mata biasanya tidak langsung menyarankan Anda untuk operasi LASIK, melainkan mencoba cara lain untuk mengoreksi penglihatan Anda, misalnya dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Syarat Lasik

Untuk menjalankan lasik, maka mata anda harus memenuhi beragam kriteria mendasar dan amat penting. Kemudian, apa saja criteria yang harus dipenuhi oleh seorang calon konsumen terhadap lasik? Anda bisa mendapatkan jawabannya berikut ini :

  • Mata anda harus sehat
  • Ketebalan kornea yang cukup
  • Mata yang tidak mengalami kesalahan bias tinggi
  • Umur yang tepat, usia diatas 18 tahun
  • Melepas softlens selama 14 hari atau hard lens selama 30 hari sebelum Lasik mata
  • Tidak sedang hamil/menyusui
  • Tidak ada tekanan mata tinggi
  • Tidak ada infeksi
  • Tidak ada masalah katarak

Apakah Keuntungan Bedah Mata LASIK ?

Operasi LASIK untuk mata memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Tingkat keberhasilan yang tinggi. Sekitar 90% dari pasien akan memiliki penglihatan yang diinginkan setelah LASIK.
  • Tingkat nyeri yang rendah
  • Hasilnya dapat langsung dirasakan setelah operasi atau sehari setelahnya
  • Tidak ada perban atau jahitan yang diperlukan setelah LASIK.
  • Perbaikan penglihatan bisa kembali dilakukan beberapa tahun kemudian setelah LASIK untuk menyempurnakan penglihatan
  • LASIK mengurangi ketergantungan kebanyakan pasien akan lensa kontak dan kacamata. Beberapa bahkan tidak memerlukan bantuan alat lagi sama sekali

Apakah Kekurangan Bedah Mata LASIK ?

Meskipun memiliki tingkat keberhasilan tinggi, namun tidak berarti bedah mata LASIK tidak memiliki kekurangan:

  • Perubahan yang dibuat pada kornea tidak akan dapat dikembalikan setelah LASIK.
  • LASIK adalah teknik bedah yang kompleks. Masalah dapat terjadi ketika dokter memotong flap, yang secara permanen dapat mempengaruhi penglihatan.
  • Sangat jarang terjadi, tetapi LASIK dapat menyebabkan hilangnya penglihatan “terbaik”. Penglihatan terbaik adalah tingkat tertinggi yang dicapai saat memakai lensa atau kacamata.

Dimana tempat operasi lasik di Bandung ?

Saat ini sudah banyak rumah sakit mata yang menyediakan Lasik Mata. Nah, bagi Anda warga Bandung, kali ini kami akan memberitahukan rumah sakit yang menyediakan Operasi Lasik di Bandung. Berikut adalah daftar Operasi Lasik di Bandung, antara lain :

  1. Cicendo Eye Hospital

Tempat Operasi Lasik di Bandung ini berada di Jalan Cicendo No. 4 Bandung dengan akses telepon 022-423-1280.

  1. Bandung Eye Center

Tempat Operasi Lasik di Bandung ini berada di Jalan Sumatera No. 22 Bandung, dengan akses telepon 022-421-4390.

Itulah tempat Operasi Lasik di Bandung. Bagi Anda yang ingin melakukan lasik dapat mengunjungi rumah sakit mata di atas untuk melakukan konsultasi dan perawatan lebih lanjut. Sekian artikel mengenai Operasi Lasik di Bandung. Semoga bermanfaat..

Operasi Lasik Di Bandung

Posted in Operasi Mata | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment